Upacara Pemahayu Jagat, Nangluk Merana di Pantai Muaya Jimbaran

0
5
Nangluk merana
Para sulinggih muput upacara Pemahayu Jagat, Mapekalem, Nangluk Merana, di Pantai Muaya, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melaksanakan upacara Pemahayu Jagat, Mepekalem, Nangluk Merana, di Pantai Muaya Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, bertepatan dengan Tilem Kanem, Anggara Paing, Selasa (12/12). Upacara ini sebagai wujud persembahan dan permohonan keselamatan bagi alam khususnya jagat Badung. 

Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Gede Anom Taman Gunung Griya Anom Taman Sari Tumbak Bayuh, Ida Pedanda Darma Kerti Griya Saraswati, Ida Rsi Bujangga Pancaring Buana, Ida Rsi Agung Pemecutan, dan Ida Pandita Mpu Merta Yoga. Diantaranya hadir pada upacara tersebut, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung, I Wayan Loka Astika, Kadis Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, Ketua PHDI Badung, camat se-Badung, Lurah Jimbaran, dan Bendesa Adat Jimbaran.

Baca Juga:   Di Pura Ini Konon Rsi Markandeya Mendapat Petunjuk Menanam Panca Datu di Besakih

Acara diawali dengan melaksanakan sarana penyucian dilanjutkan dengan upacara mapekelem dan persembahyangan bersama serta pembagian tirta untuk dibawa ke masing-masing wilayah desa adat yang berada di Kabupaten Badung. Dalam sambrama wacananya, Wabup Ketut Suiasa mengatakan, upacara pemahayu jagat adalah upacara permohonan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Batara Baruna agar menganugerahkan kerahayuan dan keselamatan jagat. 

Baca Juga:   Ritual Nebes Tapakan di Pura Pucak Manik Petang

“Saya mewakili Bupati Badung sangat berterima kasih dan bahagia karena kita semua di Kabupaten Badung saat ini bisa melaksanakan kewajiban kita sebagai umat Hindu untuk menjalankan upacara Pemahayu Jagat, Nangluk Merana di Pantai Jimbaran. Dari pemerintah hanya memohon agar upacara ini dijalankan sebagaimana mestinya dan pelaksanaanya upacara ini agar bisa menetralisir segala penyakit di Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Selain itu, nangluk merana juga sebagai wujud bakti dan persembahan agar diberikan keselamatan serta segala wabah penyakit dikembalikan ke tengah-tengah segara,” ujarnya.

Baca Juga:   Sakralnya Proses Perbaikan Palinggih di Pura Gunung Payung

Dikatakannya, pelaksanaan upacara ini merupakan upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan lingkungan. Hal ini juga wujud nyata masyarakat Badung masih mempertahankan adat dan budaya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini