Libur Nataru, Okupansi Hotel di Bali Diprediksi Terisi Penuh

0
301
Nataru
I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tingkat hunian kamar hotel (okupansi) di Bali diperkirakan fully booked (penuh). Hal ini seiring dengan meningkatnya pergerakan wisatawan untuk berlibur dan lonjakan aktivitas pemesanan tiket transportasi baik melalui darat maupun udara, serta banyaknya extra flight yang diantisipasi menuju Bali.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya menerangkan, saat ini tingkat hunian hotel regional di Bali rata-rata mencapai 70 persen. Dengan proyeksi peningkatan pemesanan kamar yang lebih tinggi menjelang libur Natal dan Tahun Baru, ia optimis tingkat okupansi hotel akan mencapai puncaknya. “Kita harapkan saat hari Natal bisa mencapai 80 persen dan saat Tahun Baru bisa fully booked, mencapai 95-100 persen,” ucapnya.

Baca Juga:   Perubahan APBD Bangli 2025 Disepakati

Promotional rate dari PHRI telah ditutup seiring high season, namun minat wisatawan terus meningkat menjelang akhir tahun. Tiket transportasi baik darat maupun udara sangat diminati pada minggu ketiga Desember. Extra flight dari dalam dan luar negeri juga semakin meningkat ke Bali. Kondisi ini didukung infrastruktur yang baik di Bali. Karena itu, ia memperkirakan sebanyak 18 ribu wisatawan asing akan berkunjung ke Bali saat Nataru dan 20 ribu wisatawan domestik.

Baca Juga:   Satpol PP Denpasar Kembali Berangus Puluhan Baliho dan Spanduk Ilegal

Tahun ini, tingkat hunian di Bali mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sampai bulan Agustus 2023 saja, tingkat hunian hampir mencapai 90 persen. Kondisi ini juga akan mengalami peningkatan di minggu ketiga dan keempat bulan Desember. Kondisi itu diyakini tidak hanya membuat peningkatan hunian saja, melainkan juga pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga:   Ratusan Narapidana Dapat Remisi Natal 2021

Ia berharap pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan membuka kembali penerbangan khusus, terutama direct flight ke Bali. Hal ini untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan yang datang. Ia juga menekankan perlunya menjaga kondusivitas wilayah, terutama mengingat tahun 2024 akan menjadi tahun Pemilu. “Wajib bagi kita menjaga keamanan daerah, sebab pariwisata identik dengan keamanan dan kenyamanan,” tegasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini