balibercerita.com –
Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung memastikan pelayanan air bersih kepada pelanggan di wilayah Kuta Selatan tetap berjalan optimal di tengah maraknya kasus hilangnya water meter. Berdasarkan pendataan sementara sejak 17 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026, tercatat sebanyak 77 unit water meter pelanggan dilaporkan hilang. Seluruh unit tersebut diganti tanpa dipungut biaya sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan kepada pelanggan.
Selain penggantian gratis, perumda secara bertahap mulai memasang alat pengaman water meter, khususnya di wilayah yang dinilai rawan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus penguatan perlindungan aset perusahaan dan fasilitas pelanggan.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Made Suarsa menjelaskan bahwa lonjakan laporan kehilangan terjadi secara bertahap. Pada awal Januari tercatat 45 unit, kemudian meningkat menjadi 74 unit pada 18 Januari dan bertambah menjadi 77 unit sehari setelahnya. Seluruh kasus tersebut berada di wilayah pelayanan Kuta Selatan.
“Kehilangan ini bukan karena kelalaian pelanggan. Karena itu, setiap laporan langsung kami tindak lanjuti. Setelah dibuatkan berita acara, water meter segera diganti agar layanan air bersih tidak terganggu,” jelas Made Suarsa saat dikonfirmasi, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, pemasangan alat pengaman masih terus berproses karena harus diproduksi terlebih dahulu. Ke depan, seluruh water meter yang posisinya berada di luar pekarangan pelanggan akan diprioritaskan untuk dipasangi pengaman tambahan.
Made Suarsa juga menekankan bahwa meskipun water meter merupakan aset perumda, keberadaannya berada di lingkungan pelanggan sehingga membutuhkan dukungan pengawasan bersama. Peran aparat kewilayahan, petugas keamanan lingkungan, serta partisipasi aktif warga dinilai sangat penting untuk menjaga keamanan instalasi air bersih.
Sebagai langkah lanjutan, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Camat Kuta Selatan, seluruh perbekel/lurah, serta bendesa adat se-Kecamatan Kuta Selatan. Koordinasi tersebut bertujuan menyusun pola pengamanan berbasis lingkungan dan kearifan lokal agar kejadian serupa tidak terulang.
“Saat ini fokus kami memastikan pelayanan tetap normal dan pengamanan lapangan diperkuat. Setelah itu, baru kami susun langkah pengamanan jangka panjang bersama seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, pengamanan aset dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama, seiring dengan penguatan koordinasi lintas sektor.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan pelanggan dan masyarakat sangat penting. Kami mengajak pelanggan untuk ikut menjaga water meter di lingkungannya dan segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan,” ujar Wayan Suyasa.
Melalui langkah penggantian gratis, pemasangan alat pengaman, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah dan unsur adat, Perumda Tirta Mangutama Badung berharap keandalan layanan air bersih tetap terjaga, sekaligus menciptakan rasa aman bagi pelanggan di wilayah Kuta Selatan. (BC5)


















