balibercerita.com –
Selama periode libur panjang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, trafik lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara diperkirakan mengalami peningkatan. Puncak arus lalu lintas diperkirakan terjadi pada 27 Maret 2026, dengan sekitar 57.375 kendaraan diprediksi melintas di Jalan Tol Bali Mandara.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) membentuk Satgas Jasamarga Bali Tol Siaga Idul Fitri 1447 H/Lebaran 2026 yang akan beroperasi mulai H-10 Lebaran pada 11 Maret 2026 hingga H+10 Lebaran pada 1 April 2026.
Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Ketut Adiputra Karang menerangkan bahwa meskipun Jalan Tol Bali Mandara bukan merupakan jalur utama mudik, potensi lonjakan wisatawan tetap menjadi perhatian pihaknya. Oleh karena itu, pembentukan satgas dilakukan untuk memastikan layanan operasional tetap optimal sehingga perjalanan pengguna jalan tol dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar. “Kami juga telah melakukan penambahan dua gardu tol otomatis (GTO) di gerbang tol Benoa yang telah beroperasi sejak 22 Desember 2025,” ucapnya.
Selain itu, berbagai kesiapan operasional juga dilakukan, seperti menyiagakan armada mobile customer service, unit rescue, kendaraan derek, serta memastikan layanan operasional berjalan 24 jam penuh. Pemeriksaan rutin juga dilakukan terhadap kondisi jalan tol, mulai dari penerangan, marka jalan, hingga sistem drainase agar infrastruktur tetap dalam kondisi optimal. Rambu tambahan serta pengawasan khusus juga diterapkan di sejumlah titik rawan kecelakaan guna meminimalkan risiko selama periode libur panjang.
Dengan semangat melayani sepenuh hati, kesiapsiagaan ini menjadi wujud komitmen PT JBT dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna Jalan Tol Bali Mandara. Perseroan juga berkomitmen mendukung kelancaran perayaan Nyepi dan Idul Fitri 2026, sehingga wisatawan yang datang ke Bali dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman.
Sementara itu, Manager Operation and Maintenance PT JBT, I Putu Gandi Ginantra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah tambahan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas, mengingat momentum Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan hari raya Nyepi.
Ia memprediksi puncak arus kendaraan akan terjadi pada 27 Maret 2026, dengan sekitar 57 ribu kendaraan diperkirakan melintas di jalan tol. Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, PT JBT mengoptimalkan operasional gerbang tol serta pemantauan melalui videotron, CCTV 117, dan sensor angin, serta menyiagakan seluruh kendaraan operasional.
Menurutnya, posko terpadu telah mulai disiagakan sejak 11 Maret 2026 di area drive thru di bawah flyover Benoa. Selain penambahan GTO, pihaknya juga menyiapkan dua gardu khusus kendaraan roda empat guna mempercepat proses transaksi di gerbang tol. “Kami juga menyiapkan 12 unit mobile reader dan sekitar 15 ribu kartu tol untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna jalan selama periode Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kondisi normal jumlah kendaraan yang melintas di tiga gerbang tol berkisar 300 hingga 400 kendaraan per hari. Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, PT JBT memasang sensor angin yang memantau kecepatan angin secara real time. Jika kecepatan angin melebihi 40 kilometer per jam, maka akses jalan tol akan ditutup sementara demi keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, PT JBT juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV di sepanjang jalur tol. Sistem delay traffic juga disiapkan untuk mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan Bandara Ngurah Rai. Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, PT JBT turut menyiagakan kendaraan derek di jalur tol yang terhubung dengan jalan nasional.
“Secara keseluruhan kesiapan armada dan personel sudah maksimal. Meskipun saat Hari Raya Nyepi aktivitas dihentikan, jalan tol tetap dibuka untuk kondisi darurat,” kata Gandi sembari mengimbau pengguna jalan yang membutuhkan informasi atau bantuan selama perjalanan untuk menghubungi call center 133. (BC5)


















