
balibercerita.com –
Anggota Komisi IX DPR RI dapil Bali, Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga Muslim Kampung Kepaon, Pemogan, di Masjid Al-Muhajirin, pada Minggu (15/3). Sosialisasi MBG diisi pemaparan dari dua narasumber yaitu Pembina Yayasan Masjid Al-Muhajirin Kepaon, Abdul Azis, S.Kep., Ners., M.Kes., FISQua., CHAE., dan Kasubag TU KPPG Denpasar, Putu Diah Ernitasari, S.Gz.
Program MBG secara keseluruhan bertindak sebagai ekonomi lokal sekaligus investasi sumber daya manusia jangka panjang. Untuk menjadi masyarakat sehat, kuat, dan cerdas. Selain itu, program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di tingkat lokal. Program MBG mendorong keterlibatan petani, nelayan, peternak, dan UMKM sebagai pemasok bahan baku serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Dalam kesempatan ini, Tutik menyampaikan bahwa di tengah beredarnya isu negatif tentang program MBG, sambutan masyarakat justru luar biasa agar program unggulan dari pemerintah tersebut dapat dilanjutkan. Ia turut memberikan kesempatan masyarakat untuk mengawal program MBG ini, agar benar-benar tepat sasaran dan efektif untuk masyarakat.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa Bali masih kekurangan dapur MBG sehingga masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan manfaat dari program ini. Ia juga menyebutkan, dengan kondisi wilayah Pemogan yang penduduknya sangat banyak harus memiliki minimal dua dapur MBG.
“Jadi, terus terang saja saat ini kita masih kekurangan dapur untuk di Bali. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan MBG. Kemungkinan untuk di kota dengan kondisi masyarakatnya yang sangat padat ini, harus ada dua dapur,” ujarnya Politisi Partai Demokrat ini.
Ia menambahkan, untuk seluruh Bali membutuhkan sekitar 450 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, hingga saat ini baru terpenuhi sekitar 147 SPPG. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam program ini.
Patut disyukuri, hingga saat ini belum terjadi pelanggaran dan permasalahan pelik dalam penyelenggaraan program MBG di Bali. Untuk itu, ia mendorong kepada BGN agar terus turun ke masyarakat untuk mengawasi setiap dapur yang ada di Bali.
“Jangan sampai dapur ini melakukan kesalahan. Karena SOP nya sudah sangat jelas. Jadi, tinggal bagaimana mengimbau seluruh dapur agar mau berkomunikasi secara intens dengan sekolah dan masyarakat,” tegas Tutik.
Sosialisasi kali ini dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama. Di penghujung acara, Tutik Kusuma Wardhani juga memberikan sarung kepada seluruh umat Muslim di Masjid Al-Muhajirin Kepaon. (BC18)
















