Kendaraan Ngetem Kembali Marak, Kuta Siapkan Penertiban Gabungan

0
14
Kuta
Sejumlah kendaraan roda dua yang melanggar parkir di Jalan Pantai Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Aktivitas kendaraan yang berhenti sembarangan di badan jalan kembali marak di sejumlah titik kawasan Kuta. Kondisi ini membuat LPM Kelurahan Kuta mendorong penanganan bersama lintas instansi, tidak lagi sebatas teguran di lapangan.

Sejumlah kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, masih terlihat ngetem di sepanjang Jalan Raya Pantai Kuta. Kendaraan berhenti cukup lama dengan alasan menunggu atau menurunkan penumpang, meski kawasan tersebut telah memiliki titik drop zone dan kantong parkir.

Ketua LPM Kelurahan Kuta, Putu Adnyana mengatakan, penanganan awal telah dilakukan dengan mendatangi pengemudi dan meminta mereka meninggalkan lokasi. Namun, pola tersebut dinilai belum efektif karena kendaraan kembali muncul setelah petugas meninggalkan lokasi. “Sudah kita atensi. Belum penindakan, masih spontan, kita larang parkir dan sebagainya,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang lebih konsisten. Terlebih, Kuta merupakan kawasan wisata dengan aktivitas kendaraan yang cukup padat.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Percepat Alur Keberangkatan, Pemeriksaan di Pintu Masuk Dihilangkan

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di depan Skatepark Pantai Kuta, setelah kawasan Istana Rama. Kendaraan kerap berhenti untuk menunggu penumpang. Padahal, keberadaan proyek pelebaran trotoar bukan berarti badan jalan dapat digunakan sebagai tempat ngetem. “Kalau melintas tidak apa-apa. Ada proyek atau tidak ada proyek, mereka tetap tidak boleh ngetem di sana,” tegasnya.

Untuk kendaraan yang hanya menurunkan penumpang, Adnyana mengatakan telah tersedia drop zone di depan gapura sisi utara Pantai Kuta. Namun, ketika tidak ada petugas, sebagian pengemudi kembali menggunakan badan jalan sekaligus menunggu penumpang.

“Alasannya menurunkan tamu. Padahal sudah kita arahkan kalau menurunkan tamu ada drop zone. Kalau tidak ada petugas, seenaknya dia. Menurunkan tamu sekaligus ngetem di sana. Kita datangi, mereka pergi, setelah itu datang lagi,” katanya.

Baca Juga:   Perumda Tirta Mangutama Prioritaskan Perlindungan Pelanggan, 77 Water Meter Diganti Gratis dan Pengamanan Diperkuat

Persoalan serupa juga muncul di Jalan Kartika Plaza, terutama di sisi timur depan Discovery Mall. Kendaraan roda dua disebut mulai banyak ngetem pada malam hari, sekitar pukul 19.00–20.00 Wita. “Yang sedang naik daun ngetem itu terutama sepeda motor di depan Discovery, sebelah timurnya. Padahal ada parkir yang luas di Discovery, tetapi kenapa parkir di jalan,” ujarnya.

Menurut Adnyana, petugas bahkan harus bertahan di lokasi karena kendaraan kembali berdatangan setelah dilakukan penertiban. “Kita stand by di sana. Bertahan 20 menit, kita lewat, sudah ada parkir lagi,” katanya.

Karena imbauan dan edukasi belum cukup memberikan efek jera, LPM Kelurahan Kuta kini mendorong operasi gabungan bersama dinas perhubungan, satpol PP dan kepolisian. Adnyana mengatakan, pihaknya bersama petugas di lapangan selama ini lebih banyak melakukan teguran.

Sementara, untuk sanksi dan penindakan berada pada kewenangan instansi yang berwenang. “Yang memberikan sanksi administrasi kan yang berwenang. Kalau kita paling menegur. Untuk memberikan rasa jera, memang perlu ada sanksi,” jelasnya.

Baca Juga:   Penataan Pantai Kuta Masuk Bali Beach Conservation Project Phase II

Dalam operasi nantinya, kepolisian dapat melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, sedangkan dinas perhubungan memiliki kewenangan melakukan tindakan sesuai aturan, termasuk penderekan kendaraan yang melanggar. LPM juga telah berkoordinasi dengan petugas parkir agar kendaraan diarahkan masuk ke kantong parkir yang tersedia. Kendaraan pengunjung pusat perbelanjaan dapat menggunakan basement, sementara kawasan Skatepark juga memiliki area parkir.

Penertiban gabungan diharapkan dapat mengembalikan fungsi badan jalan dan menjaga kelancaran lalu lintas, sekaligus menumbuhkan kesadaran pengendara untuk memanfaatkan fasilitas parkir yang telah disediakan. “Harapannya semakin sadar masyarakat. Kantong parkir itu banyak. Tempatkan kendaraan di kantong-kantong parkir yang disediakan. Jangan sembarangan,” tandas Adnyana. (BC5)