Yacht Tourism Tak Lagi Sekadar Berlayar, Bali Dorong Marine Lifestyle

0
17
Yacht
Dermaga yacht di Pelabuhan Benoa. (ist)

balibercerita.com –
Menikmati laut dari atas yacht kini tak lagi sekadar soal berlayar dan melihat keindahan pesisir. Tren wisata bahari berkembang menjadi pengalaman yang memadukan olahraga, kesehatan, kuliner, budaya hingga gaya hidup. Perubahan inilah yang coba ditangkap melalui INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Benoa Marina.

Festival yang digelar Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) pada 7–9 Agustus 2026 tersebut mengusung tiga tema utama yakni wellness tourism, marine tourism, dan gastronomy. Konsep ini menempatkan yacht tourism sebagai bagian dari pengembangan marine lifestyle sekaligus wisata berkualitas atau quality tourism.

Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026, Nova Y. Mugijanto mengatakan, wisata bahari telah mengalami perubahan. Pengalaman wisatawan tidak lagi hanya berorientasi pada pemandangan laut, tetapi semakin berkembang menjadi aktivitas yang menggabungkan berbagai kebutuhan wisata.

“Wisata bahari saat ini telah mengalami transformasi, tidak lagi hanya identik dengan menikmati pemandangan laut, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari marine lifestyle yang memadukan kesehatan, olahraga, rekreasi, budaya, kuliner, dan pengalaman berlayar,” ujar Nova, Sabtu (8/8).

Baca Juga:   Gabsav Tawarkan Eksplorasi Dewasa atas Lagu Anak Lewat Single Twinkle-Twinkle

Konsep tersebut diterjemahkan melalui berbagai kegiatan selama festival. Mulai dari yacht exhibition, education tour, yacht viewing, yacht joy ride, boat launching, pilates on yacht, fashion show hingga sunset dinner cruise.

Kehadiran berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa industri yacht memiliki ruang pengembangan yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati perjalanan di laut, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang terintegrasi dengan gaya hidup dan aktivitas berkualitas.

Nova menegaskan, laut dan pesisir merupakan modal utama pengembangan wisata bahari sehingga kelestariannya harus menjadi tanggung jawab bersama. Aspek keberlanjutan tersebut menjadi perhatian IYF 2026 dengan menghadirkan pembahasan mengenai pengelolaan marina dan kebersihan kawasan pesisir melalui tema “Clean Harbors, Clear Standards: Waste Management in Modern Marina”. “Laut yang indah adalah modal utama pariwisata Indonesia. Karena itu, menjaga marina dan kawasan pesisir tetap bersih adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga:   Kunjungan Wisatawan dan Okupansi Hotel Terus Meningkat

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan IYF 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat ekosistem marine tourism Indonesia. Menurutnya, wisata yacht merupakan salah satu dari tiga pilar utama wisata bahari berkualitas, bersama wisata cruise dan diving.

“Acara ini merupakan etalase yang menunjukkan kesiapan ekosistem marine tourism Indonesia. Wisata yacht menjadi bagian dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas, bersama dengan wisata cruise dan diving,” ujar Widiyanti.

Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan sektor tersebut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan bagian dari Coral Triangle, Indonesia memiliki kekayaan laut serta biodiversitas yang menjadi daya tarik wisata bahari.

Namun, pengembangan yacht tourism tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Ekosistem pendukung seperti marina, industri pelayaran, galangan kapal, layanan hospitality hingga pelaku UMKM juga perlu diperkuat.

Baca Juga:   Batal Bawa Ari Lasso ke TGIF, Dewa 19 Boyong Dua Vokalis Sekaligus

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan industri pelayaran, marina, galangan kapal, hingga UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir,” katanya.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menambahkan, pengembangan wisata bahari memiliki efek berganda terhadap perekonomian. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, asosiasi serta seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui INSA Yacht Festival, kami ingin ikut mendukung pengembangan quality tourism di Indonesia melalui berbagai kegiatan yang kami hadirkan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan wisata bahari yang berkualitas,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan IYF 2026, Bali tidak hanya menjadi lokasi festival yacht, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan wajah baru wisata bahari Indonesia. Yacht tourism diharapkan berkembang menjadi pengalaman wisata yang lebih beragam, berkelanjutan dan mampu memberikan nilai tambah bagi industri serta masyarakat pesisir. (BC5)