Merah Putih dan Budaya Bali Semarakkan Bandara Ngurah Rai

0
10
Bandara Ngurah Rai
Perayaan Kemerdekaan RI ke-81 di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com –
Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ikut semarak merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Selama 16–21 Agustus 2026, beragam kegiatan digelar, mulai dari musik tradisional, parade pakaian adat, hingga aksi bersih-bersih Pantai Kelan.

Semarak kemerdekaan mulai terasa pada Minggu (16/8). Penumpang yang berada di terminal domestik dan internasional disambut alunan rindik, selonding, dan gender. Sore harinya, suasana makin meriah dengan pertunjukan Baleganjur yang mengangkat kisah perjuangan I Gusti Ngurah Rai bersama Pasukan Ciung Wanara. Pertunjukan ini digelar di area kedatangan domestik sekitar pukul 17.00 Wita.

Pada Senin (17/8), suasana berubah menjadi lebih khidmat. Tepat pukul 10.17 Wita, Detik-detik Proklamasi dan lagu Indonesia Raya diputar serentak di terminal domestik dan internasional. Para pengguna jasa yang sedang berada di terminal pun berhenti sejenak untuk mengikuti momen tersebut.

Baca Juga:   Lelang Jabatan di Pemkab Tabanan Diawasi Ombudsman

Setelah itu, giliran parade Nusantara yang membuat suasana terminal lebih berwarna. Karyawan bandara bersama komunitas bandara berkeliling menyapa pengguna jasa dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari daerah di Indonesia.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dikemas agar suasana kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh pengguna jasa. “Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin menghadirkan semangat kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh pengguna jasa selama di bandara,” ujarnya.

Baca Juga:   Pembongkaran Bangunan di Pantai Bingin, Habiskan Anggaran Rp600 Juta Lebih

Menurut Nugroho, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Bali kepada wisatawan yang datang maupun meninggalkan Pulau Dewata. “Sebagai pintu gerbang udara Pulau Bali, berbagai ragam penampilan seni budaya Bali ini menjadi komitmen kami dalam menjalankan peranan bandara sebagai etalase budaya bangsa,” katanya.

Semarak kemerdekaan berlanjut pada 18 Agustus melalui fun games serta penampilan paduan suara yang membawakan lagu-lagu nasional dengan iringan piano dan biola. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan aksi yang tak kalah penting, yakni bersih-bersih Pantai Kelan. Sekitar 400 orang dari komunitas bandara, instansi terkait, Pemkab Badung, dan masyarakat Kelurahan Kelan ikut turun langsung membersihkan kawasan pantai.

Baca Juga:   Maskapai Domestik Buka Penerbangan Perdana Bandara Ngurah Rai Pasca-Nyepi

Dalam kesempatan itu, manajemen bandara juga menyerahkan 100 unit komposter kepada masyarakat sekitar. Kegiatan lingkungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap program environmental, social, and governance (ESG). “Ini adalah bentuk komitmen perusahaan untuk menjalankan program ESG, serta sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi agent of development yang memberikan dampak positif kepada lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, perayaan kemerdekaan di Bandara Ngurah Rai tidak hanya hadir lewat dekorasi merah putih. Seni, budaya, kebersamaan, hingga kepedulian lingkungan ikut menjadi bagian dari suasana kemerdekaan yang dirasakan pengguna jasa selama berada di bandara. (BC5)