Bandara Ngurah Rai Percepat Alur Keberangkatan, Pemeriksaan di Pintu Masuk Dihilangkan

0
289
Bandara Ngurah Rai
Terminal internasional Bandara Ngurah Rai. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Menyambut tren pertumbuhan jumlah penumpang dan meningkatnya kebutuhan akan pelayanan yang efisien, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali melakukan penyesuaian operasional. Mulai 15 Juli 2025, pemeriksaan bagasi di pintu masuk terminal internasional resmi ditiadakan.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital dan penguatan program passenger journey yang tengah dijalankan oleh PT Angkasa Pura Indonesia. Dengan mengandalkan teknologi pemindaian canggih berupa multi view dual-energy x-ray (MVXR) di titik pemeriksaan bagasi tercatat (hold baggage screening check point), proses keamanan kini berlangsung lebih efisien dan akurat.

Baca Juga:   Basarnas Bali Tunjukkan Aksi Nyata Peduli Lingkungan

Proses pemeriksaan bagasi tercatat berlangsung lebih efektif karena dapat mendeteksi benda-benda berbahaya dengan lebih jelas dan akurat. Penumpang hanya akan menjalani satu kali pemeriksaan, yakni saat memasuki area ruang tunggu keberangkatan, bersamaan dengan pemeriksaan barang bawaan kabin di area passenger security check point (PSCP).

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menekankan bahwa kebijakan ini didesain untuk mempercepat proses keberangkatan, terutama di tengah tingginya arus penumpang yang kini rata-rata mencapai lebih dari 31.000 orang per hari. “Dengan penghapusan pemeriksaan di pintu masuk terminal internasional, penumpang bisa langsung ke area check-in. Ini mengurangi titik antrean dan menciptakan perjalanan yang lebih lancar,” jelas Syaugi.

Baca Juga:   Water Meter Warga Jimbaran Kembali Raib, Kuat Dugaan Dicuri

Syaugi juga menegaskan bahwa meskipun proses menjadi lebih ringkas, keamanan tetap dijaga secara ketat. Sistem yang digunakan telah mengacu pada standar global, termasuk dokumen amandemen Annex 17 Doc 8973 dan Keputusan Menteri Perhubungan RI No. KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional. Selain mengefisiensikan proses, pendekatan baru ini juga menjawab kebutuhan akan pengelolaan arus penumpang yang lebih baik di masa sibuk seperti musim liburan atau puncak perjalanan.

Baca Juga:   Tekad Medical Centre, Layanan Kesehatan Krama Adat Dengan Konsep Matempung

Sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keselamatan penerbangan, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membawa barang terlarang ke dalam bagasi tercatat. Seluruh penumpang diminta untuk memahami dan mematuhi aturan penerbangan demi keselamatan bersama.

“Keselamatan tetap prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung dengan menaati ketentuan penerbangan,” pungkas Syaugi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini