
balibercerita.com –
Salah satu ruas jalan di Perumahan Boundary Garden, Banjar Dama, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, mengalami longsor sejak November 2025. Kondisi ini dikhawatirkan semakin parah karena posisi jalan berada tepat di sisi sungai. Warga pun berharap pemerintah segera melakukan penanganan agar kerusakan tidak meluas.
Seorang warga setempat mengungkapkan, kerusakan jalan terjadi sejak 21 November 2025. Saat itu, hujan deras yang turun secara berturut-turut menyebabkan debit air sungai meningkat dan menggerus badan jalan. “Waktu itu memang hujan deras berturut-turut, tapi memang air sungai tidak meluap,” ujar sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu (1/4).
Kondisi tersebut diakui telah dilaporkan ke Pemerintah Desa Tibubeneng sejak Desember 2025. Namun hingga kini belum ada perkembangan terkait perbaikan. Padahal jalan yang terdampak merupakan akses penting bagi warga perumahan. “Kalau tidak salah bulan Desember sudah dilaporkan, tapi belum ada update (informasi terbaru terkait perbaikan jalan),” paparnya.
Perbekel Tibubeneng, Made Kamajaya, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kerusakan jalan tersebut. Ia menyebutkan terdapat dua titik kerusakan akibat tergerus aliran sungai, namun salah satunya telah diperbaiki sebelum hari raya Idulfitri. “Jebolnya waktu musim hujan deras kemarin, yang satunya sudah selesai kita perbaiki sebelum Lebaran kemarin,” ujar Kamajaya.
Terkait penanganan, ia menjelaskan bahwa perbaikan skala kecil dapat ditangani oleh pemerintah desa, sedangkan kerusakan yang membutuhkan biaya besar akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Badung. Ia juga meminta pihak pengurus perumahan untuk kembali berkoordinasi dengan desa agar penanganan bisa disinkronkan.
“Suruh dia ke sini, saya sudah langsung kerja, sudah laporan, sudah bayar. Mungkin sisi mananya yang belum supaya sinkron, pengurusnya suruh ke saya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Bayu Kumara Putra mengaku telah menerima laporan terkait jalan jebol di kawasan perumahan. Ia memastikan akan menindaklanjuti dengan pengecekan lapangan. “Besok saya suruh staf cek lapangan. Mungkin kita carikan solusi,” ungkap Bayu Kumara.
Ia juga meminta masyarakat bersabar menunggu proses penanganan. Menurutnya, metode perbaikan akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan. “Kalau kondisinya nggak terlalu parah, mungkin kita bisa dengan perbaikan, kita punya anggaran perbaikan. Tapi kondisinya kalau parah, mungkin kita perlu tender,” imbuhnya. (BC9)

















