Agus Andrianto Lantik Hendarsam Marantoko sebagai Dirjen Imigrasi

0
123
Dirjen Imigrasi
Menteri Agus Andrianto saat melantik pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemenimipas. (ist)

balibercerita.com –
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto secara resmi melantik dan memimpin pengambilan sumpah dua pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) pada Rabu (1/4) di Jakarta. Dua pejabat yang dilantik yakni Hendarsam Marantoko sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi dan Iwan Santoso sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum.

Dalam momentum yang sama, turut dilaksanakan serah terima jabatan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi dari Brigjen Pol. Yuldi Yusman kepada Hendarsam Marantoko. Yuldi sendiri telah menjalankan tugas sebagai Plt. Dirjen Imigrasi selama kurang lebih satu tahun terakhir.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan ucapan selamat sekaligus penegasan bahwa amanah jabatan bukan sekadar tanggung jawab administratif, melainkan juga tuntutan untuk menjadi teladan. “Semoga amanah yang resmi saudara emban mulai hari ini bukan hanya sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan, tetapi juga sebagai panutan dalam profesionalisme dan etika kerja,” ujarnya.

Baca Juga:   Bali Wellness and Beauty Expo 2025, Upaya Jadikan Bali Episentrum Gaya Hidup Sehat dan Berkelanjutan

Ia menegaskan bahwa Kemenimipas sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih menjalankan kewenangan yang merupakan pendelegasian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, seluruh jajaran dituntut memberikan kontribusi terbaik demi tercapainya tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam alinea keempat UUD 1945. “Perlu kita sadari bahwa segala kewenangan yang kita miliki adalah merupakan pendelegasian dari kewenangan Bapak Presiden kepada kita sekalian,” tegasnya.

Menteri Agus mengingatkan bahwa seluruh kegiatan kementerian dibiayai oleh uang rakyat. Karena itu, penggunaannya harus benar-benar diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Anggaran yang membiayai seluruh kegiatan kita adalah uang rakyat. Jadi penggunaannya harus berorientasi untuk memberikan kontribusi bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan filosofis yang mendalam. Menteri Agus mengajak seluruh jajaran untuk memaknai setiap waktu sebagai peluang untuk memberi manfaat, bukan sekadar menjalani rutinitas jabatan.

“Setiap saat adalah baru. Dan yang kita jalani adalah sisa. Mudah-mudahan sisa perjalanan yang ada adalah manfaat kepada orang lain. Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada bersama kita, bukan hanya kelihatan hidup, tetapi benar-benar hidup,” tuturnya.

Baca Juga:   Gempa M5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali

Dengan cara pandang itu, ia mendorong para pejabat untuk meninggalkan bayang-bayang masa lalu dan fokus menatap masa depan dengan orientasi kebermanfaatan. “Saudara sekalian telah mencapai puncak jabatan, namun arah gerak saudara ke depan akan menentukan seberapa besar makna kehadiran saudara bagi institusi, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Ia menegaskan, puncak karier bukanlah akhir, melainkan awal untuk meninggalkan jejak kebaikan. “Jadikan jabatan ini sebagai alat untuk memperluas manfaat, bukan sekadar gelar atau untuk kebanggaan pribadi semata. Manfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menciptakan perubahan yang bermakna, memperkaya pengalaman, dan meninggalkan warisan kebaikan bagi generasi penerus,” pungkasnya.

Kepada Hendarsam Marantoko, Menteri Agus berpesan agar menjadikan 15 Program Aksi Kemenimipas sebagai pijakan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan kebijakan keimigrasian. Ia berharap di bawah kepemimpinannya, layanan imigrasi semakin baik, institusi semakin kuat, dan mampu menjadi contoh bagi instansi lain.

Baca Juga:   Tiga Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Kuta Diberi Peringatan

Sementara itu, kepada Iwan Santoso, ia menegaskan bahwa posisi Staf Ahli Menteri bukan sekadar jabatan seremonial, melainkan memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan. “Jabatan staf ahli adalah jabatan strategis. Saudara diharapkan menjadi radar sekaligus kompas bagi saya dalam merumuskan kebijakan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agus juga menyampaikan apresiasi kepada Brigjen Pol. Yuldi Yusman atas dedikasinya selama menjabat sebagai Plt. Dirjen Imigrasi. “Atas nama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pak Yuldi beserta ibu yang telah mengabdikan pengabdiannya kepada institusi Imigrasi selama ini. Begitu banyak capaian positif dan prestasi selama era kepemimpinan beliau,” ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan yang baru. Mengakhiri sambutannya, Menteri Agus mengajak seluruh jajaran menjaga keutuhan institusi sebagai rumah bersama. (BC5)