balibercerita.com –
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bali pada Rabu (10/9) berdampak pada pasokan air bersih di kawasan Kuta Selatan. Hingga Kamis (11/9) siang, distribusi air bersih belum sepenuhnya normal sehingga memicu keluhan warga.
Akibatnya, warga terpaksa membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan harian. Namun, solusi ini memberatkan jika berlangsung lama.
“Kalau sehari masih bisalah, tapi kalau sampai berhari-hari harus beli isi ulang, kan lumayan. Satu galon saja tidak cukup untuk mandi dan mencuci peralatan dapur,” keluh seorang warga.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung, Wayan Suyasa membenarkan adanya gangguan distribusi air bersih. Menurutnya, banjir bandang sempat mengganggu produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Estuary, IPA Belusung, dan SPAM Penet.
“Akibat banjir bandang, kami tidak bisa berproduksi. Selain air bah, banjir juga membawa sampah dalam jumlah banyak. Saat ini produksi sudah normal, hanya saja butuh waktu agar aliran air di pipa kembali lancar,” jelasnya.
Dalam pengumuman resmi tertanggal 10 September 2025, Perumdam Tirta Mangutama menyebutkan sejumlah wilayah terdampak gangguan distribusi, antara lain Jimbaran, Ungasan, Kutuh, Pecatu, Balangan, Nusa Dua, Tanjung Benoa, hingga sebagian kawasan Seminyak, Petitenget, dan Canggu.
Perumdam Tirta Mangutama menargetkan pasokan air mulai normal pada Rabu (10/9) hingga Kamis (11/9). Namun, pemulihan penuh tetap menyesuaikan kondisi lapangan. (BC5)



















