Ketua DPRD Badung Harapkan PKB Mampu Perkuat Semangat Pelestarian Budaya

0
2
PKB
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti (kiri) menghadiri acara Pembukaan dan Rekasadana (Pergelaran) Perdana PKB XLVIII Tahun 2026. (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri acara Pembukaan dan Rekasadana (Pergelaran) Perdana Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang berlangsung di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (13/6) malam.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Badung, I Made Sunarta menghadiri Pembukaan dan Pelepasan Peed Aya (Pawai) PKB XLVIII Tahun 2026 yang digelar di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Denpasar.

PKB XLVIII Tahun 2026 yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sida Jiwana Prasuddha, Memuliakan Jiwa Paripurna” secara resmi dibuka oleh Gubernur Bali, Wayan Koster, ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya perhelatan seni dan budaya terbesar di Pulau Dewata. Kegiatan ini akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Baca Juga:   Akulturasi Bali–Tionghoa Warnai Imlek 2577 di Vihara Dharmayana Kuta

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan PKB yang secara konsisten menjadi ruang ekspresi, pelestarian, dan pengembangan seni budaya Bali dari generasi ke generasi. “Pesta Kesenian Bali merupakan wadah strategis untuk menjaga dan mengembangkan seni budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Anom Gumanti.

Baca Juga:   Wabup Suiasa Terima Audiensi Perwakilan Penyuluh Bahasa Bali Se-Badung

Menurutnya, tema yang diangkat pada PKB tahun ini memiliki makna mendalam, yakni memuliakan jiwa untuk mencapai kesempurnaan hidup. Tema tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat semangat pelestarian budaya yang berlandaskan nilai-nilai luhur kearifan lokal Bali.

“Tema yang diusung tahun ini menjadi pengingat bahwa pembangunan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter dan spiritualitas masyarakat. Melalui PKB, kita semakin memperkuat identitas budaya Bali yang menjadi kebanggaan bersama,” tambahnya.

Ia berharap PKB tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Bali, sehingga warisan budaya yang adiluhung dapat terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.

Baca Juga:   Ritual Nangluk Merana di Desa Adat Kuta Menarik Perhatian Wisatawan

Selama penyelenggaraan PKB, masyarakat akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang melibatkan para seniman dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Tidak hanya menjadi panggung ekspresi budaya, kawasan Taman Budaya juga diramaikan dengan berbagai stan kuliner dan produk UMKM lokal yang menampilkan beragam produk unggulan daerah sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026, seni dan budaya Bali diharapkan semakin lestari sekaligus menjadi sarana pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan aktif para pelaku UMKM yang turut memeriahkan ajang budaya tahunan tersebut. (BC5)