balibercerita.com –
Komitmen Indonesia dalam perlindungan lingkungan mendapat dukungan baru dari Inggris. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia resmi menandatangani letter of intent (LoI) dengan The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales di Rio de Janeiro, Brasil.
Kesepakatan yang ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dan Amanda Berry CBE selaku Chief Executive Officer The Royal Foundation menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang konservasi keanekaragaman hayati, pembangunan berkelanjutan, serta pemberantasan kejahatan lingkungan lintas negara.
“Dukungan The Royal Foundation memperkuat kemampuan kami untuk melindungi keanekaragaman hayati luar biasa Indonesia dan menindak kejahatan lingkungan. Bersama, kita dapat membangun sistem pengelolaan yang lebih baik dan respons yang lebih efektif terhadap ancaman yang dihadapi ekosistem kita,” ujar Menteri Hanif dalam pernyataannya, di Rio de Janeiro pada Selasa (4/11).
Melalui LoI tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam tiga bidang utama yaitu peningkatan kesadaran publik, kemitraan publik-swasta, serta penguatan kapasitas kelembagaan untuk perlindungan ekosistem alami secara berkelanjutan. Selain itu, Indonesia dan The Royal Foundation akan meningkatkan kerja sama penegakan hukum, memperluas koordinasi regional dan internasional, serta mendorong keterlibatan sektor usaha dan lembaga keuangan dalam mendukung ekonomi hijau dan praktik berkelanjutan.
Menteri Hanif menegaskan bahwa penandatanganan LoI bukan sekadar simbol kerja sama, tetapi wujud nyata komitmen kedua pihak untuk melindungi kehidupan di bumi. “Penandatanganan ini bukan sekadar dokumen, tetapi komitmen bersama untuk menjaga kehidupan. Dengan menggandeng The Royal Foundation, kita memperkuat upaya global melawan kejahatan lingkungan dan menjaga warisan alam bagi generasi mendatang,” tegasnya.
CEO The Royal Foundation, Amanda Berry CBE menyambut baik kemitraan ini. Ia menyebut Indonesia sebagai negara yang memiliki peran strategis dalam upaya global melindungi alam. “Kemitraan ini mencerminkan keyakinan kami bahwa perlindungan alam membutuhkan tindakan global yang bersatu. Indonesia adalah rumah bagi beberapa ekosistem paling penting di dunia, dan melalui kolaborasi lintas sektor, kita dapat membangun kapasitas untuk menjaga alam bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Sebelum penandatanganan, Menteri Hanif bersama Hashim S. Djojohadikusumo mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam audiensi pribadi dengan Yang Mulia Pangeran William. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan salam dan apresiasi Presiden Prabowo atas dedikasi Kerajaan Inggris terhadap pelestarian lingkungan dan kemanusiaan. “Kami menyambut baik semangat dan visi Yang Mulia Pangeran William. Bersama, kita ingin mewujudkan dunia yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan, bagi manusia maupun alam,” ungkap Menteri Hanif.
Dalam kesempatan yang sama, pertemuan tingkat tinggi para pemimpin dan menteri lingkungan di Rio de Janeiro juga menghasilkan Deklarasi Rio 2025, yang menegaskan komitmen global untuk memperkuat aksi kolektif menghadapi kejahatan terhadap lingkungan.
Deklarasi tersebut menyoroti ancaman serius pembalakan liar, penambangan ilegal, perdagangan satwa, dan polusi yang merusak kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi dunia. Negara-negara peserta sepakat memperkuat hukum nasional, meningkatkan kerja sama multilateral, dan menindak kejahatan terkait seperti korupsi dan aliran dana gelap yang memperburuk kerusakan lingkungan.
Selain itu, deklarasi juga menekankan pentingnya kemitraan dengan masyarakat adat, penjaga hutan, dan komunitas lokal, serta sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi internasional untuk menjaga keberlanjutan planet.
Pangeran William dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia dalam perlindungan lingkungan dan menyebut kehadiran delegasi Indonesia pada Summit Rio 2025 sebagai bukti nyata dukungan terhadap semangat Rio Declaration. “Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat aksi global menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Menteri Hanif menutup rangkaian kegiatan dengan menegaskan kembali posisi Indonesia dalam gerakan global perlindungan lingkungan. Deklarasi Rio 2025 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya isu nasional, melainkan tanggung jawab kolektif dunia. “Ini bukan sekadar kerja sama antar-lembaga, tetapi komitmen moral antarbangsa untuk mewariskan bumi yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” tutupnya. (BC5)

















