Ketua DPRD Badung Dampingi Bupati Hadiri Puncak Karya Padudusan Agung di Pura Pucak Mangu

0
136
Anom Gumanti
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung pada puncak Karya Padudusan Agung Mapeselang, Menawa Ratna, Memasar di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Rabu (5/11). (ist)

balibercerita.com –
Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menghadiri puncak Karya Padudusan Agung Mapeselang, Menawa Ratna, Memasar di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, Desa Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Rabu (5/11).

Upacara sakral ini digelar sebagai wujud bhakti umat untuk ngerastitiang jagat beserta isinya, memohon keselamatan, kerahajengan, dan kerahayuan bagi seluruh alam semesta. Sebelumnya, sejumlah rangkaian upacara telah dilaksanakan, seperti Segara Kertih, Danu Kertih, hingga Wana Kertih, yang merupakan simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Cokorda Mengwi XIII, Nyonya Seniasih Giri Prasta, para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Badung, camat se-Kabupaten Badung, serta para pamedek yang datang dari berbagai daerah.

Baca Juga:   Megawati Soekarnoputri Hadiri Palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan rasa syukur dan bahagianya dapat hadir langsung ngrastiti bhakti dan bersembahyang dalam karya agung tersebut. Ia menyebut, pelaksanaan karya ini merupakan wujud nyata sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Karya padudusan agung ini memiliki makna sangat mendalam. Melalui yadnya ini, kita memohon penyucian lahir batin, baik bagi alam sekala maupun niskala agar keseimbangan dan keharmonisan tetap terjaga antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagaimana ajaran Tri Hita Karana,” ujarnya.

Gusti Anom Gumanti juga mengapresiasi seluruh krama pangempon Pura Penataran Agung Pucak Mangu serta pihak Puri Mengwi yang terus berkomitmen dalam mengajegkan adat, budaya, dan tradisi leluhur. Menurutnya, karya agung seperti ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga bentuk nyata gotong royong dan persatuan masyarakat Badung.

Baca Juga:   Pamedek Padati Hari Kedua Pujawali di Pura Luhur Uluwatu

“Pelaksanaan karya ini tentu tidak lepas dari kerja sama dan semangat menyama braya seluruh krama desa adat. Semoga setelah karya ini usai, semangat ngayah yang tumbuh dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Upacara Karya Padudusan Agung Mapadana, Madasar Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Penataran Agung Pucak Mangu ini dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Ketut Sidemen dari Griya Sideben Munggu, Ida Pedanda Mas Pratama dari Griya Tegeh Abiansemal, dan Ida Pedanda Jelantik Giri dari Griya Buda Gunung Sari Ubud.

Baca Juga:   Sempat Terkubur Zaman, Tradisi Siat Yeh di Jimbaran Kembali Dibangkitkan

Dalam upacara tersebut, dipersembahkan berbagai upakara suci seperti kebo, banteng, kambing, babi, angsa, bebek bulu sikep, bebek belang kalung, bebek cemani, bebek sumian, dan ayam panca sata. Upacara juga disertai pertunjukan wayang dan Topeng Sidakarya sebagai pelengkap yadnya.

Setelah prosesi Tawur Balik Sumpah Utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan upacara Pedanan, menandai penyempurnaan seluruh rangkaian karya. Suasana khidmat, penuh bhakti, dan guyub tampak mewarnai jalannya upacara hingga akhir. “Kami berharap karya ini membawa kebaikan, ketenangan, kedamaian, dan keseimbangan alam semesta, serta memberikan jalan terbaik bagi masyarakat Badung,” kata Anom Gumanti. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini