Chef Syrco Bakker Raih Penghargaan Dunia, Syrco BASÈ Hadirkan Pure BASÈ untuk Membumikan Fine Dining di Ubud

0
120
Syrco Bakker
Chef Syrco Bakker saat menghadiri acara The Best Chef Awards 2025. (ist)

balibercerita.com –
Restoran fine dining Syrco BASÈ memperkenalkan konsep baru yang disebut Pure BASÈ. Ini adalah menu lima hidangan yang membawa pengalaman bersantap kelas dunia menjadi lebih mudah diakses oleh semua kalangan.

Inovasi ini sekaligus menandai momen bersejarah bagi sang pendiri, Chef Syrco Bakker. Ia baru saja meraih penghargaan Two Knives (World-Class) dalam ajang bergengsi The Best Chef Awards 2025 di Milan.

Dikenal sebagai pionir conscious dining di Indonesia, Syrco BASÈ menegaskan kembali tiga nilai yang menjadi pondasinya yakni traceability, nature, dan transparency, melalui menu Pure BASÈ yang dibanderol seharga IDR 850.000++. Sajian ini dirancang untuk merayakan kekayaan alam dan manusia Indonesia, menyatukan keanggunan fine dining dengan kehangatan yang lebih membumi.

“Menerima penghargaan ini bersama para rekan yang saya hormati adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Pengakuan ini memperkuat tujuan kami di Bali, untuk menciptakan hidangan yang bermakna namun tetap mudah dijangkau, dan menunjukkan bahwa keunggulan serta kesederhanaan dapat berjalan beriringan ketika kita menghormati manusia dan hasil bumi Indonesia,” ujar Chef Syrco Bakker.

Baca Juga:   Vue Canggu: Destinasi Liburan Favorit Keluarga dengan Panorama Sunset Terbaik

Pure BASÈ bukan sekadar menu baru, melainkan sebuah pernyataan tentang arah baru Syrco BASÈ yang menghadirkan pengalaman kuliner yang berfokus pada kesadaran, kolaborasi, dan keaslian. Lima hidangan yang disajikan mencerminkan perjalanan kuliner yang menggabungkan teknik modern dengan kekayaan cita rasa lokal Bali.

Perjalanan para tamu dimulai di taman restoran, tempat mereka dapat melihat langsung sumber bahan segar yang digunakan. Selanjutnya, mereka diajak ke Aging Room, ruang yang menampilkan hasil karya produsen lokal dan filosofi transparansi bahan yang menjadi jantung konsep restoran ini.

Menu Pure BASÈ menampilkan rangkaian kreasi yang memikat, mulai dari savoy cabbage dengan green chili koshi dan jeruk nipis, tomato dengan almond dan rempah taman, hingga duck betutu dengan taro rosti dan daun kucai. Ada pula nasi ulam, hidangan nasi harum yang menjadi penghormatan terhadap warisan kuliner Indonesia.

Baca Juga:   Rilis Skinhead Down The Pub, The Boldness Ungkap Makna Kelas Pekerja

Kreasi lainnya seperti sepia dengan black garlic dan lemon kosho, serta hamachi berpadu dengan semangka dan kelapa. Kesemuanya menjadi bukti hubungan erat antara restoran ini dengan petani, nelayan, dan perajin lokal.

Sebagai penutup, pengunjung disuguhi manisnya kolak, sebuah interpretasi modern dari hidangan kelapa dan pisang klasik atau milk chocolate dengan mulberry dan karamel, yang menghadirkan harmoni antara tradisi dan inovasi.

“Setelah lebih dari satu setengah tahun proses belajar dan penyempurnaan, kami ingin menjadikan Syrco BASÈ lebih mudah dijangkau oleh khalayak yang lebih luas tanpa kehilangan integritas dari nilai-nilai yang kami junjung. Pure BASÈ adalah tentang menetapkan standar baru untuk fine dining; jujur, inklusif, dan memiliki keterikatan yang mendalam dengan tanah, serta budaya yang menginspirasinya,” ucapnya.

Baca Juga:   Magnet Bali Sukseskan VWD 2022

Penghargaan Two Knives (World-Class) yang diterima Chef Syrco di The Best Chef Awards 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kulinernya. Acara yang digelar di Milan ini mempertemukan para chef dari 69 negara, merayakan kreativitas, inovasi, dan pengaruh dalam dunia gastronomi melalui sistem penghargaan Knife Recognition System yang inklusif.

Pengakuan tersebut menempatkan Chef Syrco di jajaran 236 koki terbaik dunia, dan mengukuhkan perannya sebagai salah satu figur yang mendorong kemajuan kuliner Indonesia di panggung global. “Penghargaan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga representasi dari semangat kolektif kami di Bali, semangat untuk terus mengangkat nilai-nilai lokal dengan standar dunia,” katanya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini