Tiga Ribuan Umat Diperkirakan Laksanakan Persembahyangan Tahun Baru Imlek di Vihara Dharmayana/Leng Gwan Byo Kuta

Imlek
Pembersihan rupang dan arca di Vihara Dharmayana/Klenteng Leng Gwan Byo Kuta. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Seiring dengan dicabutnya status PPKM dan dibukanya kembali penerbangan internasional ke Bali, diperkirakan sebanyak 2.500 hingga 3.000 umat yang akan bersembahyang di Vihara Dharmayana/Klenteng Leng Gwan Byo saat perayaan Tahun Baru Imlek 2547 di tahun 2023, Minggu (22/1). Selain umat setempat, tidak sedikit wisatawan etnis Tionghoa juga melakukan perayaan di vihara yang terletak di Jalan Blambangan, Kuta ini. 

Penanggung Jawab Vihara Dharmayana/Klenteng Leng Gwan Byo Kuta, Adi Dharmaja Kusuma menerangkan, tahun ini pihaknya memang tidak membatasi umat yang ingin melaksanakan persembahyangan imlek. Kendati demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait, baik dari kelurahan, desa adat, kepolisian, maupun TNI. Hal ini untuk memastikan seluruh prosesi persembahyangan berjalan dengan aman dan nyaman.

Baca Juga:   Lomba se-Bali, Desa Adat Hanya Boleh Daftarkan Satu Ogoh-ogoh

Sejumlah persiapan telah dilakukan pihaknya dalam menyambut perayaan Imlek, bersama keluarga besar Banjar Dharma Semadi. Diantaranya, pada Sabtu (14/1) malam, dilaksanakan persembahyangan. Melalui persembahyangan ini, diyakini para Shing Bing, Buddhi Sattwam, para dewa-dewi yang  berstana Vihara Dharmayana naik ke Dewa Langit menyampaikan permohonan umat manusia. 

Kemudian pada Minggu (15/1), dilaksanakan gotong royong bersih-bersih areal vihara, patung dewa-dewi atau rupang, arca, altar, pemasangan ratusan lampion dan lilin, serta mensucikan para Shing Bing yang berstana di Baktisala, Dharmasala, di Dewi Kwan Im, dan lainnya. “Untuk kegiatan gotong royong kita laksanakan di internal banjar, dengan melibatkan sebanyak 200 orang, dari unsur banjar, PKK dan pemuda,” ucapnya.

Baca Juga:   Pura Beji Sangsit, Bukti Kecerdasan Leluhur Orang Bali

Sehari sebelum Imlek, yakni pada Sabtu (21/1), akan digelar ritual tolak bala, dengan persembahyangan di setiap simpang tiga dan simpang empat dekat area vihara. Persembahyangan tolak bala akan diisi iring-iringan barongsai dan liong, dengan mengambil rute Jalan Blambangan, Kalianget, Raya Kuta, depan Pura Desa belok ke kanan dan kembali menuju Vihara di Jalan Blambangan. 

Umat akan silih berganti melakukan persembahyangan di vihara. Setelah itu umat biasanya melakukan persembahyangan di rumah masing-masing dan berslaturahmi dengan sanak keluarganya.

Pada tanggal 5 Februari 2023, rangkaian Tahun Baru Imlek akan ditutup dengan persembahyangan Cap Go Meh. Ini merupakan persembahyangan purnama pertama di Tahun Baru Imlek atau perayaan pada malam ke-15 dalam rangkaian perayaan Imlek. 

Baca Juga:   Unik, Tradisi Siat Yeh di Desa Adat Suwat

Selain persembahyangan bersama, juga ditampilkan kesenian akulturasi, gamelan dan juga kreativitas seni dari sekolah, pemuda, PKK dan banjar. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan makan bersama lontong Cap Go Meh yang terdiri dari lontong, bubuk kedelai, opor ayam dan sambal godok.

Imlek tahun ini pada penanggalan Tionghoa 12 Shio merupakan Tahun Kelinci. Diharapkan sifat kelinci, imut-imut, malu-malu dan lincah bergerak dapat membawa perubahan di tahun ini. Baik untuk sektor perekonomi, pariwisata, kebahagian dan kesejahteraan yang akan dicapai. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini