Karya Ngenteg Linggih Pura Dalem Ageng, Dalem Penataran Desa Selat, Abiansemal

0
20
Ngenteg Linggih
Persembahyangan bersama saat Karya Melaspas di Pura Dalem Ageng, Dalem Penataran Desa Adat Selat, Kecamatan Abiansemal, Jumat (28/6). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, Rsi Gana, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Alit Pura Dalem Ageng, Dalem Penataran Desa Adat Selat, Kecamatan Abiansemal, digelar pada rahinan Pujawali Bhatara Sri, Wuku Klawu, Jumat (28/6). Karya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Ketut Gunung Griya Gede Selat. 

Pada kesempatan itu, hadir Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Camat Abiansemal dan unsur tripika, Perbekel Desa Selat, tokoh muda Putu Dendy Astra Wijaya, Bendesa Adat Taman, Punggul, Grana, Blahkiuh, Sangeh, Grana, Jempeng, serta krama setempat. Sebagai wujud dukungan, Sekda Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana pribadi sebesar Rp5 juta.

Baca Juga:   Ngembak Geni, Jimbaran Gelar Tradisi Siat Yeh

Dalam sambrama wacananya, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menyampaikan rasa syukur dan bahagia bisa hadir dan ikut menjadi upasaksi di tengah-tengah masyarakat pangempon Pura Dalem Ageng, Dalem Penataran Desa Selat yang melaksanakan upacara Ngenteg Linggih, Pedudusan Alit, Rsi Gana. 

”Saya berharap upacara ini bisa berjalan lancar karena ini adalah satu wujud ungkapan terima kasih kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui kegiatan karya ini juga, semoga kita selalu dianugerahi kesehatan dan kerahayuan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Baca Juga:   Legenda Perahu Anugerah Dewa Siwa di Pura Batu Medau

Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam kegiatan adat, agama, seni, dan budaya dan pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat. 

“Mudah-mudahan dengan kegiatan upacara ini juga salah satunya untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun internasional datang ke Bali khususnya ke Kabupaten Badung. Karena bagaimanapun juga, PAD di Kabupaten Badung salah satunya bersumber dari sektor pariwisata. Tamu mancanegara maupun lokal datang ke Bali karena melihat budaya kita. Untuk itu, kita bersama-sama harus jaga adat, agama, seni, dan budaya,” pungkas Sekda Adi Arnawa. (BC13) 

Baca Juga:   Siat Tipat Bantal, Ritual Unik Berusia Ratusan Tahun di Desa Adat Kapal 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini