DLHK Badung Gandeng TNI Siaga Tangani Musim Sampah Kiriman di Pantai Barat

0
106
Sampah kiriman
Armada DLHK Badung menangani sampah kiriman di Pantai Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung menangani sekitar 4 ton sampah kiriman yang sempat menepi di kawasan Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak. Sampah tersebut terbawa arus laut saat pasang beberapa hari terakhir.

Kini, setelah pasang laut berakhir, tumpukan sampah itu tidak lagi muncul. Meski demikian, fenomena ini menjadi tanda awal datangnya musim sampah kiriman yang biasa melanda pesisir barat Bali setiap akhir tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gede Dalem, menjelaskan bahwa sampah yang muncul sejak Jumat (7/11) pagi itu kemungkinan besar berasal dari aliran sungai sekitar yang terbawa ke laut lalu menepi di pantai. Total sekitar 4 ton atau dua truk sampah telah diangkut menuju PDU Mengwi, karena sebagian besar berupa kayu dan bambu.

Baca Juga:   Basarnas Denpasar Siagakan Personel dan Alut untuk Hadapi Bencana Hidrometeorologi 2025–2026

“Sudah kami bersihkan kemarin. Sekarang belum ada lagi yang muncul. Sampah itu terbawa arus saat pasang laut dan hujan deras. Jumlahnya masih tergolong sedikit. Kalau musim sampah kiriman biasanya jauh lebih banyak dan beragam jenisnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (11/11).

Meski kejadian kali ini bersifat insidental, DLHK Badung menjadikannya sebagai peringatan untuk bersiap menghadapi puncak musim sampah kiriman yang biasanya terjadi pada akhir November hingga Januari. Koordinasi pun telah dilakukan bersama TNI dan sejumlah pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.

Baca Juga:   Nusa Dua Jadi Pilot Project Akselerasi Implementasi Ekosistem Hijau

Untuk penanganan di pesisir barat Badung, DLHK menurunkan sekitar 300 personel yang akan bergerak secara mobile. Kekuatan ini akan diperkuat oleh 1.500 personel TNI serta tenaga pendukung lainnya. Mereka akan disebar di sepanjang garis pantai, mulai dari Cemagi hingga Jimbaran, dengan fokus utama di kawasan Seminyak hingga Jimbaran yang kerap menjadi titik terpadat sampah kiriman. “Begitu sampah datang, tim sudah siap turun,” kata Gung Dalem.

Dari sisi peralatan, DLHK menyiagakan enam unit loader, dua beach cleaner, dan dua crawler carrier. Selain itu, lima truk disiapkan untuk patroli dan pengangkutan mobile, ditambah 41 armada truk pendukung lainnya. Sejumlah stop over (STO) juga disiapkan sebagai tempat penampungan sementara agar proses pembersihan di pantai dapat berlangsung lebih cepat sebelum sampah dibawa ke PDU Mengwitani.

Baca Juga:   Badung Siap Sukseskan Program Registrasi Sosial Ekonomi

Mengacu pada prediksi BMKG tentang potensi cuaca ekstrem hingga puncak musim hujan, Gung Dalem berharap sinergi lintas lembaga ini mampu meminimalkan dampak sampah kiriman tahun ini. “Pada tahun 2020 kami sempat menangani hingga 7 ribu ton sampah kiriman karena cuaca ekstrem. Semoga tahun ini tidak sebesar itu. Perkiraan kami mungkin di kisaran 4,5 sampai 5 ton saja,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini