Siaga Musim Hujan, Normalisasi Tukad Mati Dikebut

0
166
Tukad Mati
Excavator amphibi saat mengeruk sedimentasi Tukad Mati, Legian. (ist)

balibercerita.com –
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung terus mempercepat pengerukan sedimentasi di Tukad Mati. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana untuk mencegah genangan dan banjir di kawasan Kuta dan sekitarnya, menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari mendatang.

Hingga Senin (10/11), progres pengerjaan telah mencapai sekitar 130 meter dari titik trash rake di jembatan, dari total panjang alur sungai sekitar 1,7 kilometer menuju muara Patasari. Untuk mempercepat proses, dua unit alat berat amphibi tambahan akan segera diturunkan ke lapangan, sehingga total alat yang beroperasi menjadi empat unit.

Baca Juga:   Triwulan Pertama 2024, 37 WNA Dideportasi Kanim Ngurah Rai 

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra menjelaskan bahwa normalisasi Tukad Mati tak hanya bertujuan memperlancar aliran air, tetapi juga menjaga ekosistem sungai agar tetap berfungsi sebagai jalur drainase alami menuju laut. “Dua alat sudah bekerja, dan bulan depan ditambah dua lagi agar pengerukan sedimen bisa lebih cepat dan menyeluruh. Kami fokus di titik-titik yang paling dangkal, seperti di sekitar Jembatan Patih Jelantik hingga belakang kantor Camat Kuta,” ujarnya.

Menurutnya, normalisasi Tukad Mati sudah dimulai sejak Juli lalu, bahkan sebelum terjadinya banjir rob pada September. Program ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati dan Wakil Bupati Badung sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem.

Baca Juga:   Progres Penataan Jalan Tol Bali Mandara Capai 90 Persen

Selain pengerukan, Dinas PUPR juga menyiagakan seluruh mesin pompa air di titik-titik strategis seperti Arjuna, Dewi Sri, dan Kartika Plaza. Setiap unit pompa diuji secara berkala untuk memastikan berfungsi optimal. “Semua pompa dalam kondisi siap. Setiap hari kami operasikan sekitar 15 menit untuk memastikan performanya stabil. Satu pompa mampu menyedot hingga 1.600 meter kubik air per jam,” terang Gung Rama.

Pihaknya menegaskan bahwa kesiapsiagaan ini tak hanya berbicara teknis, melainkan bentuk pelayanan publik untuk melindungi warga dari risiko banjir. “Tujuan kami sederhana: agar masyarakat bisa tenang saat hujan deras turun,” katanya.

Baca Juga:   Jelang KTT G20, Keamanan Bandara Ngurah Rai Diperketat 

Meski progres pengerjaan berjalan lancar, ia mengakui percepatan tetap dibutuhkan agar target selesai bisa dicapai sebelum puncak hujan. “Kami berupaya maksimal agar seluruh alur Tukad Mati bisa dinormalisasi sebelum Januari,” tambahnya.

Dari sisi lingkungan, normalisasi juga diharapkan dapat mengembalikan keseimbangan ekosistem sungai yang selama ini terdampak sedimentasi dan tumpukan sampah. Proses pengerjaan dilakukan hati-hati agar tidak merusak vegetasi di bantaran sungai.

“Sejauh ini semua dukungan teknis berjalan baik. Semoga tidak ada kendala besar, dan genangan bisa diminimalkan,” pungkas Gung Rama. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini