
balibercerita.com –
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang kembali memicu bencana di wilayah Kecamatan Abiansemal, Minggu (1/3) dini hari. Rumah warga di Banjar Batu Sari, Desa Sangeh mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon yang tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga terpaksa bertahan di tengah kondisi rumah yang rusak.
Informasi yang dihimpun, kejadian berlangsung sekitar pukul 02.30 Wita, saat hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut. Pohon yang tumbang menimpa rumah milik I Wayan Wadi Darma Putra (51). Bagian yang terdampak meliputi ruang tidur, dapur, serta kamar mandi. Tim BPBD Badung telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus asesmen kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, I Ketut Murdika membenarkan bahwa insiden tersebut dipicu faktor cuaca. Ia juga mengakui kerusakan bangunan tergolong cukup parah.
“Curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama tumbangnya pohon. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan bangunan cukup signifikan,” ujar Murdika.
Menurutnya, BPBD Badung akan terus memantau perkembangan cuaca sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap pohon berukuran besar di sekitar tempat tinggal.
“Saat musim hujan seperti sekarang, kami minta warga melakukan pemangkasan ranting atau penebangan pohon yang berpotensi membahayakan. Langkah mitigasi dini sangat penting untuk meminimalisir risiko,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa mengungkapkan, dirinya telah meninjau langsung lokasi kejadian. Ia memastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, meskipun kondisi rumah mengalami kerusakan cukup serius. “Tidak ada korban jiwa. Hanya rumahnya lumayan parah, dapur dan sebagian kamar,” ungkap Mas Arimbawa.
Meski terdampak, penghuni rumah disebut masih bertahan di lokasi karena sebagian ruangan masih bisa digunakan. BPBD Badung telah menyiapkan dua unit tenda untuk menutup bagian atap yang rusak sebagai solusi sementara, sambil menunggu proses perbaikan.
“Mereka tetap tinggal di rumah itu, karena memang masih ada kamar yang tersedia, walaupun bangunan itu sedikit kena. Astungkara teman-teman di BPBD sudah menyiapkan dua tenda yang ukurannya lumayan. Tenda digunakan untuk mengganti gentengnya sementara waktu,” jelasnya. (BC9)

















