Gerakan Bali Bersih Sampah: 27.500 Warga Bergerak Serentak di 9 Kabupaten/Kota

0
10
Gerakan Bali Bersih Sampah
Gerakan Bali Bersih Sampah yang digelar di Pantai Padanggalak, Denpasar, Minggu (1/3). Aksi ini digelar serentak di semua kabupaten/kota di Bali. (ist)

balibercerita.com –
Upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan terpadu di seluruh Bali menjadi sasaran utama Gerakan Bali Bersih Sampah yang digelar serentak, Minggu (1/3). Aksi massal ini melibatkan hampir 27.500 peserta di sembilan kabupaten/kota, sebagai langkah nyata menuju tata kelola satu pulau yang terintegrasi.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 serta penegasan Gubernur Bali dalam Forum Koordinasi Perangkat Daerah. Unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, ASN Forkompinda, instansi vertikal, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum turut ambil bagian.

Di Kota Denpasar, kegiatan dipusatkan di Pantai Padanggalak dengan 4.500 peserta. Kabupaten Badung di Pantai Petitenget (1.074 peserta), Gianyar di Pantai Lembeng (3.009 peserta), dan Tabanan di Pantai Kelating (4.000 peserta). Bangli menggelar aksi di beberapa titik dengan 1.500 peserta, Klungkung di Pantai Watu Klotok (3.400 peserta), Karangasem di Pantai Ulakan (1.936 peserta), Buleleng di Pantai Kampung Baru (5.000 peserta), serta Jembrana di Pantai Delod Berawah (3.000 peserta).

Baca Juga:   Disertasi Pemanfaatan Lahan Pesisir untuk Beach Club Antarkan Sri Puspadewi Raih Gelar Doktor Hukum di Unwar

“Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali berkomitmen bahwa penuntasan permasalahan sampah masuk dalam program super prioritas mendesak sehingga harus ada sinergitas pembangunan bali dalam satu kesatuan wilayah, 1 pulau, 1 pola, dan 1 tata kelola demi nindihin gumi Bali,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster saat memimpin Gerakan Bali Bersih Sampah di Pantai Padanggalak, Denpasar.

Baca Juga:   Satpol PP Nonaktifkan Fasilitas Bangunan Ilegal di Pantai Bingin

Ia menekankan percepatan pelaksanaan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, serta Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah. Fokus pembenahan diarahkan pada pengelolaan dari hulu, optimalisasi TPS 3R/TPST, serta pengurangan beban TPA yang telah melebihi kapasitas.

”Permasalahan sampah lainnya yang perlu menjadi perhatian bersama adalah belum optimalnya pengelolaan sampah di hulu/sumbernya dan pada fasilitas TPS 3R/TPST yang berdampak pada penanganan sampah yang menyebabkan pada akhirnya sampah dikirim ke TPA. Sedangkan TPA yang tersebar di kabupaten/kota telah mengalami overload,” imbuhnya.

Baca Juga:   Polsek Denpasar Timur Ungkap Kasus Togel Online

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa keberhasilan gerakan ini akan menjadi warisan penting bagi Bali, Indonesia, bahkan dunia. Rangkaian kegiatan di Pantai Padanggalak turut diisi dengan peresmian Rumah Kakek Foundation, penyerahan bantuan pendidikan kepada 14 siswa/mahasiswa oleh Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan Pasraman Satyam Eva Jayate (Rumah Kakek), serta pelepasan armada penyemprotan ecoenzym oleh Pemerintah Provinsi Bali. (BC18)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini