balibercerita.com –
Pertunjukan tari kecak di Pantai Melasti, Desa Ungasan, mencatat lonjakan penonton yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari yang awalnya hanya puluhan orang, kini jumlah penonton mampu menembus ratusan hingga ribuan dalam satu hari, bahkan sempat mencapai sekitar 2.000 orang pada momen puncak.
Perjalanan tari kecak di Pantai Melasti terbilang pesat. Saat pertama kali digelar pada 2021, jumlah penonton masih sangat terbatas, berkisar 25 hingga 50 orang per hari. Memasuki periode 2022 hingga 2024, angka kunjungan mulai meningkat menjadi rata-rata 200 penonton. Tren tersebut terus berlanjut hingga 2025, di mana jumlah penonton melonjak hingga sekitar 800 orang per hari.
Sales Marketing Kecak Pantai Melasti, Putu Rilismini mengungkapkan bahwa performa kunjungan sepanjang 2026 tergolong sangat baik. Lonjakan penonton terasa semakin kuat sejak periode 2024 hingga 2026, dengan jumlah penonton pada hari-hari tertentu mampu melampaui 1.000 orang dalam sehari. “Secara umum tahun 2026 ini sangat bagus. Saat momen Imlek, penonton membeludak hingga sekitar 900 orang dalam satu sesi, bahkan sempat kehabisan kursi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah penonton sudah mulai terasa sejak empat hari sebelum perayaan Imlek. Namun, memasuki periode bulan puasa, jumlah kunjungan cenderung mengalami penurunan, sebelum kembali meningkat saat libur Lebaran.
Saat ini, pertunjukan digelar satu sesi setiap hari, mulai pukul 18.00 hingga 19.00 Wita. Dalam kondisi normal, jumlah penonton paling sedikit mencapai sekitar 500 orang per hari. Kapasitas tempat duduk berada di kisaran 800 orang, namun dalam kondisi tertentu dapat ditingkatkan hingga sekitar 1.000 penonton untuk mengakomodasi tingginya permintaan.
Tingginya antusiasme penonton juga sempat membuat pengelola kewalahan, hingga harus menolak sebagian calon penonton akibat keterbatasan kursi. Salah satu momen yang turut mendongkrak kunjungan adalah kedatangan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang hadir secara pribadi bersama sekitar 30 orang dari keluarga dan timnya tanpa penyambutan khusus.
Dari sisi pasar, wisatawan mancanegara masih mendominasi, terutama dari Tiongkok, Filipina, dan Vietnam, baik yang datang secara berkelompok maupun individu. Sementara wisatawan Eropa umumnya hadir dalam kelompok kecil, dan wisatawan domestik cukup tinggi, didominasi pengunjung dari Surabaya serta berbagai daerah di luar Bali.
Harga tiket sejak awal ditetapkan sebesar Rp150.000 per orang, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara, dengan kebijakan gratis bagi anak di bawah usia 10 tahun. Pengunjung juga diberikan fleksibilitas untuk melakukan penjadwalan ulang tiket dengan pemberitahuan sebelumnya, meskipun tidak tersedia opsi pengembalian dana sesuai kesepakatan.
Sebagai bentuk komitmen pelayanan, pertunjukan tetap digelar setiap hari di panggung terbuka Pantai Melasti, kecuali saat hari raya Nyepi. Faktor cuaca, khususnya hujan, memang dapat memengaruhi jumlah penonton, namun pengelola telah mengantisipasi dengan menyediakan jas hujan bagi pengunjung.
Di sisi lain, profesionalisme para penari juga menjadi perhatian utama. Meski harus tampil dalam kondisi hujan, pertunjukan tetap berlangsung maksimal. “Penari tetap tampil meski hujan. Penonton tidak boleh kecewa, api harus tetap hidup,” tegas Rilismini. (BC5)














