Basarnas Dorong Peningkatan Standar Layanan SAR Lewat Diseminasi NAP di Bali

0
159
Diseminasi
Emi Frizer bersama I Nyoman Sidakarya. (ist)

balibercerita.com –
Upaya peningkatan kualitas dan profesionalitas layanan pencarian dan pertolongan terus dilakukan Basarnas. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang digelar di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Jimbaran, Kuta Selatan, Senin (20/10). Kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari hingga Kamis (24/10), dan menjadikan Bali sebagai daerah ketiga pelaksanaan diseminasi setelah Balikpapan dan Bandung.

Diseminasi ini diikuti perwakilan dari berbagai kantor SAR di Indonesia serta observer dari Basarnas Pusat, Balikpapan, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Surabaya, Manado, Bandung, Cilacap, dan Yogyakarta. Kegiatan dibuka secara resmi di Gedung Werkudara lantai 3, dengan menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja berbasis standar akreditasi nasional dan internasional.

Baca Juga:   Tekuk Jembrana, Tim Sepak Bola Bapor Korpri Badung Lolos ke Final

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya dalam sambutannya menegaskan bahwa diseminasi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah konkret untuk memperkuat tata kelola organisasi dan kepercayaan publik terhadap Basarnas. “Melalui proses akreditasi ini, kita melakukan penilaian menyeluruh terhadap kapasitas operasional, manajemen sumber daya, kepatuhan SOP, serta kualitas pelayanan SAR di setiap satuan kerja,” jelas Sidakarya.

Baca Juga:   Perahu Dihantam Ombak, Seorang Nelayan Tenggelam di Nusa Lembongan

Kasubdit RPDO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Frizer yang hadir membuka kegiatan menyebut bahwa NAP menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap unit kerja SAR beroperasi sesuai prinsip keselamatan, efektivitas, dan akuntabilitas. “Tujuan utama dari NAP adalah memastikan seluruh komponen memahami prinsip, struktur, dan SOP USAR, serta mampu menerapkannya dalam peningkatan kesiapsiagaan tim, pengelolaan peralatan, dukungan logistik, dan koordinasi lintas sektor,” ungkapnya.

Emi Frizer menekankan bahwa hasil dari diseminasi ini akan menjadi acuan bagi Basarnas dalam memperkuat sistem akreditasi internal menuju peningkatan kualitas layanan penyelamatan yang profesional dan berstandar global. Ia juga mendorong peserta untuk aktif dan terbuka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk penerapan langsung metode dan materi yang telah disampaikan selama workshop.

Baca Juga:   Kantor DPRD Badung Kini Dilengkapi Galeri UMKM

Melalui kegiatan ini, Basarnas menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sistem evaluasi dan akreditasi internal, yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan teknis, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada keselamatan manusia. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini