balibercerita.com –
Tingginya aktivitas wisata di kawasan Nusa Penida menjadi perhatian serius Basarnas Bali. Kepala Basarnas Bali, Nyoman Sidakarya menilai perlunya peningkatan status Unit Siaga SAR Nusa Penida menjadi Pos SAR penuh, mengingat potensi kecelakaan di wilayah tersebut tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.
“Kunjungan wisata ke Nusa Penida sangat tinggi, dan potensi kecelakaan juga besar. Karena itu kami berharap status unit siaga bisa ditingkatkan menjadi pos SAR permanen,” ujar Sidakarya belum lama ini.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat waktu tanggap terhadap kejadian darurat, terutama di sektor wisata bahari yang kerap menjadi lokasi insiden kapal maupun aktivitas menyelam.
Sepanjang Januari hingga September 2025, Basarnas Bali telah menangani 72 operasi SAR dengan total 814 korban. Dari jumlah itu, 744 orang berhasil diselamatkan, sementara 54 meninggal dunia dan 16 orang masih dinyatakan hilang.
Dari berbagai jenis kejadian, kecelakaan kapal menjadi kasus yang paling dominan dengan 15 operasi SAR. Kasus lainnya meliputi 48 operasi kondisi membahayakan manusia serta 4 operasi bencana alam.
Sidakarya menambahkan, untuk memperkuat sistem tanggap darurat, Basarnas Bali juga memerlukan penambahan personel, peningkatan kompetensi SDM, serta dukungan peralatan dan alutsista di seluruh pos SAR di wilayah Bali.
Saat ini Basarnas Bali memiliki 166 personel, terdiri atas 4 pejabat struktural, 28 tenaga administrasi, 4 tenaga P3K, 95 teknisi, 5 ABK, dan 30 CPNS, yang tersebar di berbagai pos SAR di seluruh Bali. “Kami terus berupaya meningkatkan kesiapan, baik dari sisi SDM maupun sarana. Dukungan peningkatan status dan peralatan akan sangat berarti bagi kami dalam memberikan layanan penyelamatan yang cepat dan tepat,” pungkasnya. (BC5)



















