Program Desa Devisa LPEI Antarkan 19,2 Ton Kopi Robusta Indonesia Ke Mesir

0
246
Devisa
Pelepasan kopi robusta ke Mesir oleh petugas LPEI. (ist)

Jakarta, balibercerita.com – 

Program Desa Devisa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank kembali mencatatkan kesuksesan. Desa Devisa Kopi Subang melalui Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah sukses melepas ekspor komoditas unggulan kopi robusta dengan volume 19,2 ton ke Mesir beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, Gerald Grisanto mengatakan, ekspor ini merupakan kali keduanya yang telah dilakukan oleh Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah. Sejak LPEI melakukan pendampingan dan pelatihan kepada para petani kopi Subang, jumlah pendapatan desa meningkat sebesar 60 persen dari sebelumnya. 

“LPEI sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI terus membuka lebar potensi ekspor komoditas unggulan daerah melalui program Desa Devisa. Melalui program ini, kami berkomitmen mewujudkan ekosistem ekspor yang berkelanjutan hingga menciptakan kepastian hasil panen bagi petani,” ujar Gerald, Sabtu (31/12). Ia berharap, program Desa Devisa ini dapat meningkatkan kesejahteraan 

Baca Juga:   Lima Tahun Terakhir, Ini Wilayah dengan Hari Tanpa Hujan Terpanjang di Bali 

warga desa dan memperkuat kualitas dan kuantitas serta daya saing komoditas yang sesuai dengan standar ekspor, sehingga dapat terus eksis di tingkat global. Selain kopi robusta, Desa Devisa juga memiliki komoditi unggulan lain, yaitu kopi arabika yang juga telah berhasil diekspor sebanyak 18 ton ke Arab Saudi pada tahun 2021. Komoditas kopi yang dibudidayakan oleh 208 petani di bawah naungan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ini tersebar di 6 desa, yaitu Cisalak, Nagrak, Cupunagara, Darmaga, Sukakerti, dan Pasanggrahan.

Baca Juga:   Luh Sariani, Penjual Bunga di Ground Zero yang Setia Hadir Setiap Peringatan Bom Bali

Gerald melanjutkan, program Desa Devisa ini telah disesuaikan dengan kebutuhan para petani kopi Subang, beserta koperasi dalam mengelola lahan produksi dan menjalankan bisnisnya. Pendampingan Desa Devisa Kopi Subang difokuskan pada tiga aspek, yaitu akses pasar, kapasitas produksi, dan pencatatan keuangan. Pelatihan yang diberikan diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor, meningkatkan kemampuan budidaya, pengolahan tanaman kopi, dan menyempurnakan prosedur penyusunan laporan keuangan. 

Ke depannya, LPEI akan terus mengambil langkah konkrit dalam menciptakan ekosistem ekspor yang terbentuk dari desa-desa di berbagai daerah di Indonesia yang mampu secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara. 

Baca Juga:   Tiga Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Kuta Diberi Peringatan

Hal ini diwujudkan, salah satunya dengan memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya. “Sebagai bentuk dukungan untuk mendorong ekspor nasional, LPEI senantiasa berupaya secara optimal dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan melalui program Desa Devisa pada daerah dengan komoditas potensi ekspor. Kami harap Desa Devisa Kopi di Subang dapat menjalankan ekspor selanjutnya dengan segera,” pungkas Gerald. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini