Warm Up Vacation, Upaya Pemerintah Gairahkan Kembali Pariwisata

0
233
Pariwisata
Wisatawan Jepang yang didatangkan terkait program warm up vacation. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –   

Warm up vacation merupakan langkah pemerintah untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata internasional ke Bali. Hal tersebut diterjemahkan dengan mendatangkan WNA asal Jepang rute Narita-Denpasar untuk berwisata dengan konsep bubble area. 

Penerbangan ini menjadi pioneer kedatangan internasional ke Bali yang diharapkan memantik animo kunjungan wisman lainnya untuk berwisata ke Pulau Dewata. Program itu merupakan wujud kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan maskapai Garuda Indonesia dan Pemprov Bali.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya mengatakan, kedatangan 6 WNA Jepang ke Bali ibarat pecah telor. Mereka didatangkan untuk menjadi mata dan telinga pariwisata Indonesia di pangsa pasar Jepang. Pengalaman mereka selama menjadi wisatawan di Bali akan menjadi testimoni atau nilai jual bagi wisatawan negeri Sakura yang ingin berlibur ke Bali. 

“Ini untuk membangun kepercayaan dan value semua pihak, baik otoritas di sini maupun pasar. Kalau berhasil, ini akan menjadi ujicoba yang fleksibilitasnya akan dibuka lebar,” katanya.

Baca Juga:   Harapkan Penerbangan Australia dan Cina Datang Kembali ke Bali

Warm up vacation merupakan bentuk kerja sama antara Kemenparekraf dengan Garuda Indonesia yang didukung Pemprov Bali. Penerbangan reguler hub kargo Garuda Indonesia dioptimalkan dan dimanfaatkan untuk mengangkut wisman yang merupakan pelaku yang menjual paket wisata. Mereka merupakan travel agent, marketing representatif, PR Agency Garuda Indonesia di tokyo dan Kemenparekraf yaitu Visit Indonesia Tourism Officer (VITO). 

Mereka diminta mempublikasikan dan mengkomunikasikan pengalaman dan semua proses warm up vacation yang dialami selama menjadi wisatawan di Bali, kepada berbagai komunitas dan chanel di Jepang. Hal itu merupakan upaya membangun awareness yang dirasa lebih efektif dibandingkan berpromosi langsung, karena mereka akan menceritakan dengan bahasa mereka. 

Proses itulah yang nantinya akan diterapkan kepada wisatawan lain, mulai dari awal proses kedatangan di Bali, hingga mereka beraktivitas di hotel bubble. Warm up vacation wajib dilakukan wisatawan yang datang ke Bali, sebelum mereka melaksanakan paket kunjungan wisata yang direncanakan. Biaya dari program warm up vacation bersumber dari Kemenparekraf dan Garuda Indonesia. 

Baca Juga:   Bukan Sekadar Selebrasi, Perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura Menjadi Ajang Kolaborasi

“Ketaatan prokes menjadi kuncinya. Kami harap ini dapat berhasil, sehingga skema ini yang akan ditempuh kedepan. Nanti kita akan lakukan ebi testing, kita lihat dan laporkan kepada satgas seperti apa respon pasar, untuk kita bahas diskusi. Semoga ini berjalan lancar, selamat dan sesuai harapan,” ungkapnya.

Dipaparkannya, warm up vacation berbeda dengan konsep karantina yang diterapkan di Jakarta. Program warm up vacation mewajibkan wisatawan berada dalam kelompoknya selama mereka berada di Bali mulai dari kedatangan sampai beraktivitas di hotel. Namun mereka tidak hanya tinggal di kamar, seperti layaknya karantina. Hotel yang dikhususkan untuk melayani program itu sebelumnya telah diverifikasi, untuk memastikan kesiapan mereka. 

Baca Juga:   21+ Island di Nusa Dua Festival 2025, Ruang Baru untuk Pencinta Party dan Perokok Dewasa

Hotel harus mempunyai infrastruktur yang memisahkan tamu reguler dengan tamu bubble travel, seluruh pegawai harus sudah di vaksin tahap 3, dan penerapan SOP prokes yang meminimalisir bertemu. Biaya hotel yang melayani program tersebut rata-rata berkisar Rp 10 juta sampai Rp 19 juta untuk beberapa hari dan bervariasi menurut jenis kamar yang dipilih.

Nantinya program itu akan kembali dicoba pada kedatangan penerbangan internasional di kedua di Bali. Saat ini pemerintah tidak membatasi negara mana saja yang diperkenankan masuk ke wilayah Indonesia. Ia mengundang wisatawan dari negara manapun untuk berwisata ke Bali, dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Ketika hal itu dapat berjalan normal, maka 64 hotel lain yang dijadikan hotel karantina akan diubah menjadi hotel bubble. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini