Mengenal Sentra Pengelolaan Limbah Lagoon The Nusa Dua dan ITDC Utilitas

Lagoon
Lagoon The Nusa Dua sebagai implementasi sustainable tourism dan green tourism. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Lagoon merupakan suatu kawasan pengelolaan air limbah dan air irigasi terintegrasi terpusat milik kawasan pariwisata The Nusa Dua. Tempat tersebut bisa dibilang menjadi kolam terbesar sistem instalasi pengolahan air limbah (ipal) dari sejumlah hotel, vila, restoran, maupun sejumlah tempat yang terkait aspek kepariwisataan di kawasan Nusa Dua. Hal tersebut sekaligus menjadi konservasi sumber daya alam dan pelestarian ekosistem mangrove, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT). 

Lahan Lagoon merupakan lahan milik Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai yang dikerjasamakan pemanfaatanya dengan ITDC. Lagoon ITDC memiliki luas lahan 20 hektar, dengan pemandangan alam hijau dan danau buatan yang menjadi habitat berbagai spesies burung. Hal itu membuat Lagoon dijuluki sebagai hotel for birds atau bird sanctuary yang ada di tengah kawasan industri pariwisata. 

Saat ini Lagoon dikelola oleh PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC Utilitas), yang merupakan anak usaha dari PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC selaku BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia. Lagoon merupakan salah satu wujud nyata ITDC sebagai kawasan pariwisata terintegrasi yang menerapkan konsep sustainable tourism and green tourism. Mereka bertanggung jawab memastikan layanan utilitas sebagai penunjang operasional kawasan The Nusa Dua dapat berjalan dengan baik. Tanggung jawab itu meliputi penjagaan kualitas air irigasi dan limbah di kawasan agar tetap bersih dan tidak terjadi pencemaran air maupun lingkungan.

Baca Juga:   Pasar Ikan Kedonganan Dilengkapi IPAL Berkapasitas 8 Ton Per Hari

Lagoon merupakan kawasan yang berupa beberapa unit kolam yang menjadi sumber pengelolaan air limbah di kawasan The Nusa Dua. Sumber air limbah dipisahkan berdasarkan jenisnya, yaitu black water dan grey water. Black water berasal dari limbah toilet, sedangkan grey water berasal dari wastafel, kamar mandi, laundry, kolam renang, AC, dapur dan semua air yang digunakan untuk kegiatan hotel.  

Untuk limbah dapur, diperlukan grease trap sebelum limbah masuk ke instalasi pengiriman limbah. Setiap hotel atau restoran memiliki tempat penampungan limbah cair sebagai tempat penampungan sementara. Kemudian air limbah tersebut akan mengalir secara gravitasi ke lift pump station (LPS) terdekat. Dengan alat itu, maka sistem pengolahan air limbah dioptimalkan agar tidak ada air limbah yang terbuang ke lingkungan. Ini merupakan konsep zero waste dan sustainable development yang merupakan value dari ITDC sebagai pengembang destinasi. 

LPS atau rumah pompa beroperasi sejak tahun 1970-an dan memiliki fungsi yang sangat penting dalam kelancaran distribusi air limbah di kawasan The Nusa Dua menuju ke Lagoon, yang merupakan sentra pengolahan air limbah ITDC. Ada 3 unit LPS di area The Nusa Dua yang bekerja secara otomatis berdasarkan ketinggian air limbah di dalam tangki. Pompa itu akan membuang air limbah campuran EM ke kolam stabilisasi, yang berjarak 2 km dari lokasi pompa. Dari pompa LPS, air akan dialirkan ke kolam sel 1 yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu sel 1b. Fungsi sel ini adalah untuk memisahkan lapisan minyak dan padatan terapung yang masih berada dalam sistem kolam stabilisasi. 

Baca Juga:   Sejumlah Elemen Mahasiswa Dukung Pemekaran Papua Sebagai Wujud Pemerataan Pembangunan

Kedua sel dipisahkan oleh lapisan fiberglass di sisi atas, sehingga lebih mudah untuk membersihkan minyak atau kotoran yang mengambang. Air kemudian mengalir secara gravitasi ke Sel 2a dan 2b. Ikan nila jawa dan ikan nila yang tersebar di kolam mini sebagai indikator biologis air limbah. Proses maksimal ada di sel 2b karena kapasitasnya lebih besar, kerja bakteri lebih maksimal, untuk kemudian air dialirkan ke sel 3. Di kolam tersebut kondisi air limbah akan lebih menetralkan sebelum masuk ke pengolahan selanjutnya. Waktu retensi air limbah di kolam stabilisasi minimal 28 hari. Saat ini, air limbah telah berada di kolam selama 33 hari, yang berarti semakin lama air limbah berada di kolam stabilisasi maka air limbah akan semakin bersih.

Direktur Utama ITDC Utilitas A.A. Istri Ratna Dewi menerangkan, ITDC Utilitas bertugas dalam mengelola utilitas di kawasan pariwisata The Nusa Dua. Meliputi listrik, air bersih, air limbah, dan air irigasi yang mengadopsi prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Salah satunya adalah penyediaan pengelolaan air limbah dan air irigasi terintegrasi yang berpusat di Lagoon. “Tugas kami adalah menjamin dan memastikan tidak terjadi penurunan kualitas lingkungan akibat air limbah dalam sistem operasional kawasan The Nusa Dua,” ucapnya.

Baca Juga:   Bukit Cemara, Surga Tersembunyi di Karangasem

Dipaparkannya, kawasan Lagoon memiliki luas basah 13,5 ha yang dijalankan menggunakan teknologi waste stabilization ponds, dengan kapasitas maksimal 10.000 m3 per hari. Dalam kegiatan operasional, ITDC Utilitas menerapkan standar minimal kualitas olahan air limbah yang mengacu pada Peraturan Gubernur Bali No. 16 tahun 2016. Sebelum masa pandemi atau saat occupancy rata-rata kawasan sebesar 75 persen, Lagoon mengolah air limbah yang berasal dari tenant kawasan sampai dengan 6.000 m3 per hari. Setelah semua air limbah tersebut diolah di lagoon, lebih dari 90 persen air olahan tersebut telah dimanfaatkan untuk penyiraman area taman dalam kawasan. 

Dalam mengembangkan konsep destinasi pariwisata, ITDC Group bersinergi dengan partner maupun vendor dengan visi yang sama dalam menerapkan sustainable tourism development. Kolaborasi itu merupakan kunci untuk mendapatkan hasil optimal dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Pihaknya siap menjaga dan memastikan pengelolaan utilitas yang berkualitas sesuai Standar Level Agreement (SLA) di Kawasan The Nusa Dua, menjelang event pertemuan puncak KTT G20 November mendatang. “Dengan kerja keras yang telah ITDC Group lakukan ini, kami optimistis penyelenggaraan KTT G20 pada November mendatang akan berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini