LPD Kedonganan Bantu Pendidikan Warga dengan Program Beasiswa dan Tabungan Plus

LPD Kedonganan
Penyerahan beasiswa kepada perwakilan siswa. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Sebagai Lembaga Padruwen Desa Adat, LPD Kedonganan senantiasa berkomitmen meringankan beban krama Desa Adat Kedonganan. Sejak tahun 1997 LPD Kedonganan rutin memberikan beasiswa prestasi dan beasiswa tidak mampu kepada para pemuda untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi. 

Menurut Ketua LPD Adat Kedonganan Ketut Madra, pihaknya senantiasa mewujudkan visi LPD Kedonganan yaitu sehat, kuat, tangguh, bermanfaat, dan berkelanjutan. Dalam sektor pendidikan, pihaknya senantiasa berkomitmen membantu krama yang membutuhkan. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah mereka agar tidak sampai putus sekolah. Sebab ketika berbicara Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma, maka pendidikan memiliki peran untuk mensejahterakan dalam upaya mewujudkan kemandirian. 

Hal tersebut sekaligus untuk mewujudkan slogan Sagilik Saguluk Selunglung Sabayantaka, Paras Paros Sarpanaya. “Kenapa kita bantu sekolahkan yang tidak mampu, agar beban orang tua ini berkurang. Secara psikis maka mereka nantinya dapat kembali produktif, sehingga mampu menjadi nasabah LPD yang aktif,” ucapnya.

Baca Juga:   Penerbangan Internasional ke Narita Jadi Pelopor, Pergi Bawa Kargo Pulang Bawa Penumpang

Dipaparkannya, bantuan pendidikan dituangkan ke dalam bentuk program atau produk LPD Kedonganan yang berupa Tabungan Beasiswa Plus. Program ini diberikan kepada krama dengan cara mencicil minimal Rp2 ribu kepada krama, sebagai biaya sekolah. Pihaknya juga memiliki program beasiswa berprestasi dan kurang mampu, kepada krama yang membutuhkan. 

Sampai tahun lalu, total siswa berprestasi yang diberikan beasiswa berjumlah 288 orang. Sedangkan untuk beasiswa kurang mampu berjumlah sekitar 60 orang, baik yang masih SD, SMP, SMA, dan S1. Bahkan beasiswa khusus diberikan kepada mereka yang ingin melanjutkan ke S2 bagi yang berpotensi. 

Baca Juga:   Nataru, Syarat Perjalanan Udara Kembali Diubah

Pemberian beasiswa disesuaikan dengan kemampuan LPD, sebab kemajuan LPD juga tergantung dari partisipasi krama. Pemberian beasiswa mengacu pada data base pipil krama LPD Kedonganan. Data krama tercatat secara jumlah total, kelompok umur krama, jumlah kredit maupun tabungan dan simpanan berjangka di LPD, termasuk jumlah Dewa Hyang di masing-masing banjar. Sehingga jelas terdeteksi kondisi dan keadaan krama. Selain itu, pemberian beasiswa berprestasi dan tidak mampu juga diinformasikan ke banjar, paibon, pasemetonan (keluarga besar) dan kepada siswa di Kedonganan.

Pihaknya menyadari, saat ini kebijakan pemerintah kabupaten memang menanggung gratis seluruh biaya pendidikan siswa SD, SMP, sampai SMA. Namun masalah pendidikan tidak harus menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan semua pihak. Karena itu pihaknya mensinergikan program tersebut agar hal itu benar-benar bermanfaat dan tidak double. 

Baca Juga:   TheCuek Official Ajak Generasi Muda Peduli Lagu Pop Bali

Khusus untuk beasiswa kurang mampu, pihaknya juga menerapkan mekanisme tertentu. Seperti adanya surat bukti pernyataan dari sekolah, tidak memiliki sepeda motor, tidak memiliki handphone terkecuali jika untuk kebutuhan bersekolah, faktor ekonomi keluarga yang pas-pasan, orang tuanya dalam kondisi sakit, atau telah meninggal dunia.

Rata-rata semua siswa yang diberikan beasiswa semuanya jadi. Namun hal tersebut tentu kembali kepada faktor siswa itu sendiri, orang tua dan lingkungannya. Bahkan beberapa diantaranya sukses menjadi doktor, dokter dan profesor. Karena mereka kemudian mendapatkan beasiswa lanjutan dari tempat mereka menimba ilmu. Salah satunya ada siswa yang sampai mendapatkan beasiswa pendidikan ke Jerman dan 2 orang lainnya menjadi pemuda pelopor tingkat nasional. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini