Undiksha Perkuat Komersialisasi Riset Lewat Inovasi Nanokomposit Berbasis Sekam Padi

0
14
Undiksha
Suasana FGD business matching yang dilaksanakan Undiksha. (ist)

balibercerita.com –
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus mendorong pemanfaatan hasil penelitian agar tidak berhenti di ranah akademik, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan sektor industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Hilirisasi Riset Prioritas Skema Dorongan Teknologi tahun 2026, salah satunya melalui pengembangan produk nanokomposit silika-karbon, material inovatif berbasis sekam padi yang diarahkan untuk mendukung material maju berkelanjutan.

Riset yang digagas Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa bersama tim memperoleh dukungan pendanaan dari Program Hilirisasi Strategis Prioritas Skema Dorongan Teknologi yang berada di bawah Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.

Baca Juga:   UNR dan Danto Law Group Dorong Literasi Hukum Penerbangan, Konvensi Montreal Disorot

Prof. Karyasa mengungkapkan, nanokomposit silika-karbon memiliki peluang aplikasi yang sangat luas. Material tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kayu sintetis, bio-silika, bubuk silikon-karbida, hingga elektroda alternatif pengganti grafit. Selain itu, material ini juga berpotensi digunakan sebagai bahan mekanik pengganti plat baja dan karbon, termasuk untuk kebutuhan di bidang elektronik dan optik.

Tidak hanya memiliki prospek ekonomi, material inovatif ini juga menawarkan sejumlah keunggulan dari sisi ketahanan. Nanokomposit silika-karbon diketahui tahan terhadap kelembaban, suhu tinggi maupun rendah, serta tidak mudah mengalami penuaan material. Karakteristik lainnya yakni tahan rayap, tidak gampang lapuk atau retak, dan memiliki daya tahan yang kuat.

Baca Juga:   Ari Krismajayanti Jadi Doktor Pertama Undiknas, Angkat Budaya Bali ke Ranah Digital

Sebagai langkah mempercepat proses hilirisasi, Undiksha menyelenggarakan focus group discussion (FGD) business matching yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, pelaku dunia usaha dan industri (DUDI), serta akademisi Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Sutikno, S.T., M.T. Forum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antarpihak, membuka peluang kerja sama pemanfaatan hasil riset, sekaligus membahas potensi investasi dan komersialisasi produk.

Baca Juga:   AussieBanget Roadshow di Unud, Mahasiswa Diajak Jadi Jembatan Hubungan Indonesia-Australia

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. Gde Wawan Sudatha menegaskan, hilirisasi hasil penelitian dosen merupakan salah satu fokus utama universitas. Menurutnya, inovasi yang lahir dari kampus perlu diterapkan secara nyata agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. 

Melalui program ini, Undiksha optimistis nanokomposit silika-karbon dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu menjawab kebutuhan industri sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. (BC13)