Penerbangan Internasional ke Narita Jadi Pelopor, Pergi Bawa Kargo Pulang Bawa Penumpang

Penumpang Garuda Indonesia
Kedatangan penumpang GA881 rute Narita-Denpasar di Bandara Ngurah Rai. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –  

Kedatangan penerbangan internasional pertama di Bandara Ngurah Rai pada Kamis (3/2), bisa dibilang menjadi pelopor untuk memancing kembali kunjungan wisatawan ke Bali. Penerbangan maskapai Garuda Indonesia GA881 rute Narita, Tokyo – Ngurah Rai, Denpasar itu, merupakan penerbangan kargo khusus yang mengangkut komoditi ekspor Bali, namun kini hal itu juga untuk mengangkut penumpang.

Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi mengatakan, penerbangan inaugural Garuda Indonesia dengan rute Narita Tokyo-Denpasar itu merupakan bentuk kolaborasi bersama dengan Kemenparekraf dan Pemprov Bali. Hal itu menjadi momen yang istimewa, mengingat dilayaninya rute Tokyo-Denpasar menjadi langkah akseleratif yang merupakan wujud sinergitas seluruh stakeholder, dalam memastikan visibilitas khususnya masyarakat yang harus melakukan perjalanan internasional. 

“Dibukanya penerbangan ini merupakan upaya kami dalam memaksimalkan potensi pasar Narita, Jepang secara berkesinambungan. Baik melalui pangsa pasar angkutan kargo yang difokuskan pada angkutan komoditas ekspor unggulan Bali, serta angkutan penumpang inbal menuju indonesia,” sebutnya.

Baca Juga:   Pandemi Bukan Penghalang Nelayan Wanasari Lakukan Konservasi Mangrove

Untuk tahap awal penerbangan tersebut akan melayani penumpang yang telah memiliki visa bisnis, maupun masyarakat yang telah memenuhi kriteria perjalanan lainnya sesuai ketentuan penerbangan internasional yang berlaku di Indonesia. Penerbangan Narita-Denpasar akan berlangsung seminggu sekali, yaitu pada hari Kamis dengan keberangkatan pukul 09.15 dan waktu kedatangan pukul 16.00 waktu setempat.

Pihaknya terus berupaya bergerak adaptif menghadirkan inovasi layanan yang sesai dengan referensi dan kebutuhan penumpang khususnya yang mencakup pada 4 aspek, yaitu keamanan, keselamatan, kenyamanan dan kesehatan. Ia percaya kunci utama dari sebuah pengalaman penerbangan terbaik adalah kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan yang dihadirkan. Hal itu yang turut dihadirkan melalui konsistensi penerbangan prokes pada seluruh point layanan pernerbangan dan koordinasi intensif bersama stake holder, untuk memastikan seluruh persyaratan perjalanan internasional telah sesuai dengan aturan pemerintah. Mulai dari pree flight dan post flight.

Disadarinya, pandemi membawa norma dan kebiasaan baru bagi semua pihak dalam melakukan perjalanan internasional. Karena itu pihaknya akan terus menyesuaiakan diri dengan mengikuti ritme hidup yang baru, sambil melakukan berbagai upaya adaptif dalam menumbuhkan dan memanfaatkan oportunities yang hadir dari kehidupan era baru.

Baca Juga:   Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Diprediksi Meningkat Setelah Nyepi

Seiring dengan relaksasi aturan mobilitas perjalanan internasional yang dikeluarkan pemerintah, hal itu dinilai menjadi momentum dari Garuda Indonesia untuk terus berselaras dengan langkah yang ditempuh pemerintah melalui pembukaan pintu masuk Bali bagi perjalanan internasional. Hal tersebut diharapkan menjadi momentum yang baik dalam pemulihan ekonomi nasional dan sektor pariwisata yang menjadi pilar perekonomian Bali. “Penerbangan Narita-Denpasar ini merupakan kelanjutan dari dibukanya penerbangan rute khusus Denpasar-Manado-Narita yang baru diresmikan. Semoga ini dapat memperlancar perjalanan bisnis dan diplomatik antarnegara,” harapnya.

Saat pandemi melanda, penerbangan internasional banyak tergantung terhadap peraturan setiap negara. Karena itu implentasi prokes penerbangan menyesuaikan dengan aturan setiap negara. Seluruh penumpang internasional harus melewati prosedur tertentu, sebelum nantinya dapat berwisata. Karena itu pihaknya membuat kebijakan khusus di kargo, yang menjadi fokus pelayanan selama pandemi. 

Baca Juga:   Jokowi Puji Kualitas Produk IKM Bali

Selama ini Garuda Indonesia masih terbang ke seluruh destinasi dengan membawa kargo, karena kargo tidak perlu melalui pemeriksaan antigen. Pada tanggal 3 Januari 2022, pihaknya memulai penerbangan ke Jepang dari Bali dengan membawa 5 ton komoditi Bali dan 14 ton dari komoditi Manado. Saat kepulangan, pihaknya kemudian membawa barang yang dibawa dari Jepang sekaligus diisi penumpang. Hal itu dilakukan agar penerbangan kepulangan tidak sampai kosong. 

“Saat ini penerbangan Garuda Indonesia memang 95 persen masih domestik. Untuk internasional baru kita mulai buka dan kita lihat potensinya sejauh mana. Sebelum negara itu dibuka, biasanya kami bawa membawa kargo. Ketika dibuka, maka kami mulai untuk membawa penumpang. Kita lakukan kampanye bersama, untuk mulai mengundang wisatawan asing ke Indonesia,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini