Operasi SAR Besar-besaran di Selat Bali: Teknologi Canggih dan Tim Gabungan Dikerahkan Cari Korban KMP Tunu Pratama Jaya

0
290
KMP Tunu Pratama Jaya
Pencarian korban di Selat Bali. (ist)

Banyuwangi, balibercerita.com –
Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya memasuki hari keempat dengan pengerahan penuh kekuatan dan teknologi oleh tim SAR gabungan. Operasi pencarian yang melibatkan puluhan instansi ini dilakukan serentak melalui udara, laut, darat hingga bawah permukaan laut, mencerminkan skala dan kompleksitas penyelamatan terbesar di Selat Bali dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan cakupan pencarian seluas 20 mil laut, tiga Satuan Reaksi Udara (SRU) menyisir dari arah utara ke selatan, sementara tim laut dan darat menyisir wilayah perairan dan pantai Banyuwangi. Di sisi lain, pencarian bawah permukaan dimulai sejak Sabtu malam, menandai tahap penting dalam operasi ini.

Baca Juga:   Awal Tahun 2023, Sektor Aviasi di Bali Tunjukkan Tren Positif  

“Malam ini kami akan fokus pada pemindaian bawah air di sekitar titik terakhir KMP Tunu Pratama Jaya terdeteksi. Kami bekerja sama dengan tim KRI Fanildo dan ahli dari PUSHIDROSAL,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno.

KRI Fanildo, yang tiba pukul 20.00 WIB, dilengkapi dengan perangkat side scan sonar dan magnetometer untuk menyisir dasar laut di kedalaman 40–50 meter. Setelah pemindaian, tim akan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) guna verifikasi visual, sebelum menentukan lokasi pasti (fix datum) posisi kapal. “Semua data bawah air dari KRI Fanildo dan Dinas Navigasi akan kami padukan. Tim penyelam sudah kami siapkan untuk bergerak segera setelah posisi pasti diketahui,” tambah Eko.

Baca Juga:   Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, BBPOM Intensifkan Pengawasan Pangan

Dalam konferensi pers di Kantor ASDP Ketapang, Eko juga menyebut bahwa sejumlah barang milik korban telah ditemukan dan sedang dalam proses identifikasi oleh tim forensik POLRI. Hingga Sabtu sore, total 36 korban telah ditemukan. Rinciannya, 30 selamat dan 6 meninggal dunia. Masih ada 29 orang dalam pencarian.

Baca Juga:   Giri Prasta Serahkan Dana Hibah Rp47 Miliar Lebih di Karangasem

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk BASARNAS, TNI AL, POLRI, BMKG, PUSHIDROSAL, ASDP, BPBD, serta nelayan lokal dan relawan dari organisasi potensi SAR lainnya. Langkah lanjutan disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk kondisi cuaca dan medan laut yang cukup menantang. Intensitas pencarian akan terus ditingkatkan dengan pendekatan menyeluruh dari permukaan hingga dasar laut. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini