balibercerita.com –
Debur ombak Pantai Yeh Gangga yang biasanya menjadi tempat bermain dan menikmati senja, Kamis (28/5) sore, berubah menjadi kepanikan. Seorang anak berusia 12 tahun dilaporkan terseret arus dan tenggelam saat berenang bersama temannya di pantai yang berlokasi di Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan itu.
Korban bernama I Komang Sastra (12), asal Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan. Hingga Jumat (29/5), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Kamis malam pukul 20.15 Wita dari personel BPBD Tabanan, Putu Krisna. Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 Wita.
Saat itu, korban bersama seorang temannya datang ke Pantai Yeh Gangga untuk berenang dan bermain air di tepi pantai. Suasana yang awalnya biasa saja mendadak berubah mencekam ketika ombak besar datang menghantam.
Korban yang sedang berada di air terseret kuatnya arus laut. Temannya sempat berusaha menolong dengan menarik tangan korban agar tidak terbawa arus lebih jauh. Namun derasnya ombak membuat upaya penyelamatan itu gagal.
Dalam kondisi panik, teman korban akhirnya memilih berenang ke bibir pantai untuk menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar.
Menerima laporan tersebut, pada pukul 20.30 Wita, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung memberangkatkan empat personel menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR. Setibanya di lokasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur SAR terkait serta keluarga korban guna menentukan pola pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, pencarian malam itu dilakukan dengan metode penyisiran di sepanjang bibir pantai. “Sekitar pukul 22.05 Wita, pencarian dilakukan dengan metode penyisiran ke arah barat dari titik lokasi korban tenggelam sejauh kurang lebih 1,5 kilometer,” ujarnya.
Penyisiran berlangsung hingga pukul 23.35 Wita. Namun gelapnya malam dan kondisi ombak membuat pencarian sementara dihentikan, sementara korban masih belum ditemukan.
Memasuki hari kedua, operasi SAR kembali dilanjutkan dengan memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR gabungan mengerahkan Search and Rescue Unit (SRU) laut dan darat guna menyisir kemungkinan lokasi korban terbawa arus. “Hari kedua operasi SAR, kami memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan mengerahkan SRU laut dan darat,” ungkap Sidakarya.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak 4 personel, Samapta Polres Tabanan 6 personel, Polair Polres Tabanan 8 personel, Polsek Kota Tabanan 6 personel, Babinsa Sudimara 1 personel, BPBD Tabanan 10 personel, Camat Tabanan 3 personel, PMI Tabanan 3 personel, serta keluarga dan masyarakat setempat. (BC5)















