Banyuwangi, balibercerita.com –
Memasuki pencarian hari ketiga pada Sabtu (5/7), belum ada korban tambahan yang ditemukan atas insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi di perairan Selat Bali. Dengan data manifest kapal yang mencantumkan 65 penumpang, hingga saat ini masih terdapat 29 orang korban yang belum ditemukan.
Tim SAR gabungan juga melakukan rekonfirmasi terhadap data korban. Proses verifikasi ulang ini mengungkap bahwa dua nama yang sebelumnya dianggap sebagai satu orang, yakni Wahyudi dan Tri Wahyudi, ternyata merupakan dua individu berbeda.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, menjelaskan bahwa kedua nama tersebut awalnya diasumsikan merujuk pada satu orang. Namun setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, antara nama Wahyudi dengan Tri Wahyudi merupakan dua orang yang berbeda.
Wahyudi yang akrab disapa “Sinyo” merupakan warga Gilimanuk yang telah selamat dan langsung dijemput keluarganya tanpa melapor ke Posko SAR Gabungan. “Awalnya kami tidak menemukan nama Wahyudi dalam data korban selamat yang melapor. Namun ternyata yang bersangkutan sudah berada di rumah setelah dijemput keluarga, sehingga tidak tercatat dalam laporan resmi,” terang Eko.
Eko juga menanggapi laporan dari Kedutaan Besar Malaysia mengenai dugaan adanya WNA asal Malaysia yang menjadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Menindaklanjuti hal ini, unsur BPBD Provinsi Jawa Timur dikerahkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian guna menelusuri nomor polisi kendaraan travel yang disebutkan.
“Setelah ditelusuri, memang benar bahwa kendaraan tersebut termasuk dalam manifest kapal. Namun dari delapan nama penumpang yang terdaftar, tidak ditemukan nama WNA asal Malaysia yang dimaksud,” jelas Eko.
Dari hasil pemutakhiran data terbaru yang dirilis pada Kamis (4/7), total jumlah korban yang telah ditemukan mencapai 36 orang, terdiri dari 30 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Perubahan juga terjadi dalam rincian distribusi korban selamat: sebelumnya tercatat 8 korban diserahkan kepada keluarga di Gilimanuk, namun setelah rekonfirmasi jumlahnya menjadi 9 orang. (BC5)


















