Dua Hari Berturut-turut, Satpol PP BKO Kuta Bantu WNI Sakit dan WNA Kehabisan Uang

0
1
Satpol PP Kuta
Satpol PP BKO Kuta saat mengantar seorang WNI yang telantar dan sakit. (ist)

balibercerita.com –
Dalam dua hari berturut-turut, personel Satpol PP BKO Kuta menangani dua kasus warga terlantar dengan latar belakang berbeda. Satu kasus melibatkan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang ditemukan dalam kondisi sakit dan diduga mengalami patah tulang, sementara kasus lainnya menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang kehabisan uang setelah mengaku menjadi korban penipuan tawaran pekerjaan.

Komandan Regu Satpol PP BKO Kuta, Wayan Suantara mengatakan, penanganan pertama dilakukan terhadap Nurul Hidayat (56), warga Pasuruan, Jawa Timur, yang ditemukan telantar di bangunan kosong bekas Hotel Bali Anggrek Kuta. Laporan mengenai kondisi pria tersebut diterima pada Senin (3/8) malam.

Baca Juga:   Serangkaian Hari Bakti ke-68 Kodam IX/Udayana, Penanaman Pohon Digelar di Pujungan

Saat petugas mendatangi lokasi, korban sudah tidak mampu berjalan sehingga koordinasi segera dilakukan dengan Puskesmas Kuta. Mengingat sudah larut malam, sementara waktu yang bersangkutan dititipkan di warung dekat lokasi sebelum dievakuasi keesokan harinya.

“Selasa pagi kami langsung menjemput yang bersangkutan. Karena tidak membawa identitas, kami juga berkoordinasi dengan dinas sosial. Selanjutnya diarahkan ke Puskesmas Sempidi untuk pemeriksaan awal,” ujar Suantara.

Hasil pemeriksaan menunjukkan pria tersebut diduga mengalami patah tulang sehingga dirujuk ke RSUD Mangusada untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Berdasarkan informasi warga sekitar, Nurul selama ini sering beraktivitas di kawasan pantai. Ia diduga sempat terjatuh hingga tidak mampu berjalan dan selama berada di Kuta diketahui tinggal di bangunan kosong bekas Hotel Bali Anggrek.

Baca Juga:   Jaga Akses Vital, Pemkab Badung Atensi Perbaikan Jalan Jebol di Kerobokan

Sehari sebelumnya, Senin (3/8), Satpol PP BKO Kuta juga membantu seorang WNA asal Tiongkok berinisial SZ (28) yang kehabisan uang. Pria tersebut awalnya ditemukan seorang pengemudi ojek online dalam kondisi kebingungan di sebuah supermarket di wilayah Jimbaran, Kuta Selatan.

Pengemudi ojek online mengaku sempat berkoordinasi dengan pihak imigrasi yang kemudian mengarahkan agar WNA tersebut dibawa ke kepolisian. Dari Polsek, selanjutnya diarahkan ke Satpol PP BKO Kuta.

“Pengakuan pengemudi ojek online, awalnya sempat menghubungi imigrasi. Ia kemudian diarahkan ke Polsek, dan dari sana akhirnya dibawa ke Satpol PP BKO Kuta meskipun lokasi awalnya berada di Jimbaran,” jelasnya.

Baca Juga:   Langgar Ketertiban Umum, Warga Korea Selatan Dipulangkan Paksa dari Bali

Petugas kemudian menyarankan agar WNA tersebut berkoordinasi dengan kantor konsulat negaranya di Renon. Satpol PP juga memfasilitasi transportasi menggunakan ojek online untuk mengantarkannya ke lokasi tersebut.

Karena keterbatasan bahasa, informasi yang diperoleh dari SZ cukup terbatas. Ia mengaku datang ke Bali setelah sebelumnya berada di Timor Leste untuk mencari pekerjaan. Namun, tawaran pekerjaan yang diterimanya ternyata tidak sesuai harapan sehingga ia mengaku menjadi pekerja ilegal.

Merasa tertipu, SZ memutuskan meninggalkan Timor Leste dan menuju Bali. Ia mengaku telah berada di Pulau Dewata sejak Juli 2026 hingga akhirnya kehabisan bekal dan memerlukan bantuan. (BC5)