Pencarian Kakek 75 Tahun Dihentikan di Hari Keempat, Ini Alasannya

0
219
Pencarian
Tim SAR gabungan bersama keluarga bertolak setelah melakukan pencarian terakhir. (ist)

Amlapura, balibercerita.com –
Tim SAR gabungan resmi menghentikan upaya pencarian terhadap I Made Rerod, seorang pria lanjut usia berumur 75 tahun yang dilaporkan hilang sejak Kamis (5/6). Keputusan ini diambil pada hari keempat operasi pencarian, setelah tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban meskipun telah dilakukan penyisiran intensif di sejumlah titik yang dicurigai.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Ngurah Eka Wiadnyana menjelaskan bahwa penghentian pencarian dilakukan atas permintaan pihak keluarga. “Operasi SAR telah memasuki hari keempat. Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian di area-area yang dicurigai sebagai lokasi keberadaan target, namun hingga saat ini hasilnya nihil,” ujarnya.

Baca Juga:   Maskapai Dunia Menggeliat, Bandara Ngurah Rai Catat Tren Positif Pascapandemi Covid-19

Ia juga menambahkan bahwa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR dapat dilaksanakan selama maksimal tujuh hari. Namun dalam kasus ini keluarga korban memilih untuk mengakhiri pencarian lebih awal dan akan melanjutkan proses selanjutnya dengan upacara sesuai kepercayaan dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Tim SAR terakhir kali melakukan penyisiran pada hari ini, dimulai pukul 07.45 Wita. Tim bergerak dari rumah korban di Bukit Kayu Wit menuju kawasan timur Desa Seraya, menyusuri perbukitan, area tegalan, serta melewati Pura Lingga Jati.

Baca Juga:   Big Match Laga Bali United vs Bhayangkara FC

Sebelumnya, I Made Rerod yang merupakan warga Banjar Gangbang, Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, diketahui meninggalkan rumah tanpa memberikan informasi tujuan. Berdasarkan keterangan warga, korban memang kerap berjalan-jalan di sekitar desa, namun kali ini diduga melangkah hingga ke wilayah desa tetangga yang berada di kawasan perbukitan.

Baca Juga:   Si Jago Merah Amuk Bedeng Proyek di Jalan Melasti Ungasan

Selama operasi berlangsung, unsur yang terlibat dalam pencarian antara lain Pos SAR Karangasem, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Seraya Tengah, BPBD Karangasem, Kepala Dusun Banjar Gangbang, serta keluarga dan masyarakat sekitar.

Meski operasi telah dihentikan, pihak SAR menyatakan siap membuka kembali pencarian jika di kemudian hari ditemukan petunjuk atau laporan baru dari masyarakat. “Bilamana nantinya target yang kita cari ditemukan atau terlihat oleh warga, kami dari tim gabungan siap kembali melaksanakan operasi evakuasi,” tambah Ngurah Eka. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini