balibercerita.com –
Pemkab Badung bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah titik. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa langsung memerintahkan seluruh camat untuk mendirikan posko penanggulangan bencana di wilayah masing-masing. Instruksi ini disampaikannya pada Kamis (11/9).
Menurut Adi Arnawa, seluruh camat wajib siaga penuh dan segera mengaktifkan posko di kantor kecamatan, serta memastikan desa dan kelurahan juga membuka posko serupa. “Saya minta Pak Camat sekarang atensi, kerahkan semua timnya di kecamatan termasuk di desa dan kelurahan untuk mengantisipasi curah hujan yang cukup tinggi ini,” ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya koordinasi camat dengan instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tim di lapangan juga diminta mendata warga terdampak maupun korban yang perlu ditangani.
“Kemarin sebenarnya ada satu warga kita di Kerobokan yang rencananya akan mengungsi, tapi akhirnya sampai sore dia tidak jadi lagi,” ungkapnya.
Adi Arnawa juga menyoroti warga di Perumahan Banjar Taman Trita, Dalung, yang sempat berencana mengungsi namun batal karena memilih mengamankan barang-barang berharga. Ia menekankan agar aparat tetap memperhatikan kondisi serupa.
“Tapi kami tetap atensi juga terhadap warga warga seperti itu, dan saya sudah perintahkan baik camat, perbekel, lurah untuk memperhatikan, termasuk BPBD yang memang mempunyai tugas dan fungsi untuk itu,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Badung, Ida Bagus Surya Suamba memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana banjir. Ia menegaskan agar seluruh OPD segera mengambil langkah cepat, mulai dari pembersihan hingga perbaikan infrastruktur terdampak, sesuai peran masing-masing.
“Untuk mengantisipasi dan melakukan pemulihan kebencanaan yang diprediksi berlangsung hingga Desember 2025. Sesuai instruksi Bupati Badung, saya minta seluruh camat segera membentuk posko kebencanaan. Posko ini harus dilengkapi sarana prasarana memadai serta dukungan SDM yang terlatih. Penanganan bencana harus dilakukan dengan sinergi lintas organisasi, baik vertikal, OPD, maupun melibatkan masyarakat,” tegasnya.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga penanganan banjir dan pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Badung. (BC9)



















