ITDC Terapkan Manajemen Sampah Terpadu di Tiga Destinasi Pariwisata

0
5
ITDC
Sistem pengelolaan limbah cair di kawasan The Nusa Dua. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Untuk mewujudkan sustainable tourism, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), memastikan kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas utama pengembangan tiga destinasi pariwisata yang dikelolanya yaitu di The Nusa Dua Bali, The Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB dan The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Di setiap kawasan yang dikelola, ITDC telah menerapkan manajemen terpadu dengan implementasi SOP yang konsisten, sehingga mampu menciptakan kawasan pariwisata yang bersih dan nyaman bagi pengunjung dan wisatawan.

Direktur Operasi ITDC Troy Warokka menyebutkan bahwa menjaga kebersihan kawasan pariwisata menjadi komitmen dan perhatian serius pihaknya sebagai pengelola kawasan. Hal ini menjadi pekerjaan sehari-hari maupun saat penyelenggaraan acara atau event, di masing-masing kawasan yang kami kelola. Melalui langkah-langkah konkret ini, ia berharap dapat memberikan pengalaman wisata terbaik dengan tetap memprioritaskan keberlanjutan lingkungan sekitar.

Baca Juga:   Ahli Hukum Diminta Bersikap Jernih dan Objektif 

Salah satu bukti nyata konsistensi penerapan manajemen sampah yang dilakukan ITDC adalah pengelolaan sampah terpadu secara mandiri yang telah dilakukan hampir selama 50 tahun di kawasan The Nusa Dua. Pengelolaan sampah terpadu dilakukan dengan seksama, yaitu dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. 

Sampah organik diolah menjadi pupuk yang kemudian dimanfaatkan kembali untuk kesuburan tanaman di kawasan. “Sampah anorganik berupa plastik dan limbah B3 yang dipisah ini diolah secara khusus untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ucapnya.

Untuk kawasan The Mandalika Kabupaten Lombok Tengah juga telah dilakukan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Provinsi NTB, Bank Sampah BSF Dusun Sengkol dan Desa Pengengat, serta pihak pengelola jasa waste management. Hal ini untuk memastikan kebersihan kawasan selama penyelenggaraan event. Untuk kebutuhan sehari-hari, pengelolaan sampah dilakukan oleh Bagian Operasional The Mandalika, yang kemudian dibawa ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Desa Pengengat. 

Baca Juga:   Banjir di Legian Bukan Karena Tukad Mati Meluap

Sementara, di kawasan The Golo Mori Kabupaten Manggarai Barat NTT, pihaknya telah bekerja sama dengan pengelola jasa waste management untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan dengan baik.

Selain pengelolaan sampah terpadu, ITDC juga menerapkan sistem pengelolaan limbah cair di kawasan The Nusa Dua. Instalasi pengelolaan air limbah ini dikelola oleh anak usaha ITDC yaitu PT ITDC Nusantara Utilitas (ITDC NU) yang merupakan penyedia sistem utilitas yang terintegrasi dengan keandalan sistem terbaik serta ramah lingkungan. Sistem pengelolaan limbah cair ini dipusatkan di Lagoon ITDC, diatas lahan seluas 20 hektar dengan luas lahan basah yaitu 13,5 hektar. 

Baca Juga:   Nusa Dua Rampungkan Asesmen Resertifikasi ISCT

“Sistem pengelolaan menggunakan teknologi waste stabilization ponds dengan kapasitas maksimal 10.000 meter kubik per hari. Air limbah tersebut diolah di kolam lagoon, lebih dari 90 persen air olahan telah dimanfaatkan untuk penyiraman area taman dalam kawasan The Nusa Dua,” jelasnya.

Pada dasarnya, menjaga keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. ITDC berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi guna menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di semua kawasan yang dikelola. Ia percaya langkah ini dapat menjadikan destinasi pariwisata yang dikelola sebagai destinasi pariwisata yang mampu menarik wisatawan sekaligus tetap mampu menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini