Kemacetan Jadi Ancaman, InJourney Airports dan Pemprov Bali Satukan Langkah Perkuat Aksesibilitas

0
13
InJourney Airports
Suasana FGD yang digelar di Bandara Ngurah Rai. (ist)

balibercerita.com – 

Meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Namun di sisi lain, lonjakan mobilitas kendaraan menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memunculkan tantangan serius berupa kemacetan yang perlu segera ditangani secara terpadu.

Menjawab persoalan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports bersama Pemerintah Provinsi Bali dan seluruh pemangku kepentingan menyamakan visi untuk memperkuat aksesibilitas transportasi menuju dan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Komitmen itu mengemuka dalam focus group discussion (FGD) bertema “Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai” yang digelar di Kuta pada Senin (15/6). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjawab tantangan aksesibilitas yang semakin kompleks di kawasan bandara dan sekitarnya.

FGD tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2025. Hadir dalam kegiatan itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports, Ferry Kusnowo, para pemangku kepentingan sektor transportasi dan pariwisata, serta perwakilan bendesa adat.

Baca Juga:   Kejar Predikat WBBM, BKKBN Bali Perkuat Sinergi Pelayanan Publik dengan Ombudsman

Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi InJourney Airports, Ferry Kusnowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam menjawab tantangan aksesibilitas transportasi, khususnya di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi, kami bekerja sama dengan Universitas Udayana telah melakukan kajian komprehensif terkait berbagai persoalan aksesibilitas dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Ferry Kusnowo.

Menurutnya, implementasi rekomendasi hasil kajian tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan yang terintegrasi, bertahap, dan kolaboratif. “Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Kami mengharapkan masukan dan kontribusi konstruktif dari seluruh pihak agar program penguatan aksesibilitas ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun wisatawan,” imbuhnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan yang datang ke Bali harus diimbangi dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan transportasi. Menurutnya, kemacetan yang terjadi di sejumlah titik strategis, termasuk akses menuju bandara, menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan bersama. 

Baca Juga:   Di Badung, Vaksinasi Booster Perdana Digelar di RSD Mangusada

“Pertumbuhan kunjungan wisatawan telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Bali. Namun, sebagai destinasi wisata kelas dunia, persoalan kemacetan harus menjadi perhatian bersama dan diselesaikan secara terpadu,” kata Koster.

Ia menambahkan, citra pariwisata Bali harus terus dijaga melalui penguatan berbagai aspek pendukung. “Ekosistem pariwisata Bali harus terus diperkuat, mulai dari infrastruktur transportasi, keamanan, hingga aspek pendukung lainnya. Semua harus menjadi prioritas,” jelasnya.

Koster juga mendorong seluruh pihak agar berbagai kesepakatan yang telah dibahas tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan segera diwujudkan dalam langkah nyata. “Jika semua sudah sepakat, segera laksanakan dan tetapkan target penyelesaiannya. Seluruh pihak harus bekerja sama agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat dan wisatawan,” tegasnya.

Sementara itu, CEO Kantor Regional II InJourney Airports, Wahyudi mengungkapkan bahwa berbagai upaya pembenahan telah dilakukan di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai guna meningkatkan kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan pengguna jasa.

Baca Juga:   Imigrasi Ngurah Rai Pastikan Layanan Tetap Prima Meski Terapkan WFA

Sejak tahun 2024, InJourney Airports telah melakukan perluasan akses jalan dan penambahan jalur kendaraan di dalam kawasan bandara. “Sejak dilakukan penambahan jalur kendaraan dan perluasan akses jalan, kemacetan yang sebelumnya cukup sering terjadi di area bandara kini dapat diatasi dengan jauh lebih baik. Namun, seiring meningkatnya volume kendaraan yang menuju dan meninggalkan bandara, masih diperlukan pembenahan akses pada sejumlah titik di luar kawasan bandara,” ungkap Wahyudi.

Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat bahwa penyelesaian persoalan aksesibilitas Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan sistem transportasi yang lebih terintegrasi, sehingga mobilitas masyarakat dan wisatawan semakin lancar serta mampu menjaga kualitas Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. (BC5)