Total 5 Korban Banjir di Denpasar Ditemukan di Hari Kedua Operasi SAR, 3 Orang Masih Hilang

0
222
Banjir
Jenazah korban dievakuasi tim SAR gabungan ke ambulans. (ist)

balibercerita.com –
Hingga pukul 18.00 Wita, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban banjir di wilayah Denpasar pada hari kedua atau Kamis (11/9), berhasil mengevakuasi 5 korban meninggal dunia (MD) dari aliran Tukad Badung. Tim SAR gabungan masih berupaya mencari tiga korban lain yang belum ditemukan. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan, Jumat (12/9) besok.

Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Wayan Juni Antara menjelaskan, operasi dimulai sejak pagi dengan briefing di Bendungan Muara Tukad Badung. Sejak itu, tim menyisir sepanjang aliran sungai hingga muara.

Baca Juga:   Dominasi Rute Internasional di Bandara Ngurah Rai Masih Kuat, 64 Persen Penumpang Asing

“Pada pukul 07.59 Wita, tim mengevakuasi tiga jenazah perempuan, kemudian satu jenazah perempuan sekitar pukul 09.55 Wita, dan satu jenazah laki-laki pada pukul 14.55 Wita. Seluruhnya sudah dibawa ke RS Prof. Ngoerah Sanglah,” ujarnya.

Adapun identitas korban yang berhasil dievakuasi yaitu, Ni Wayan Werni (58), Ni Nyoman Sari (70), Tasnim (53), Ni Ketut Merta (63), dan Farwa Husein (32).

Baca Juga:   DLHK Badung Angkut 3,5 Ton Sampah Kembang Api Usai Perayaan Tahun Baru

Dengan tambahan lima korban yang berhasil ditemukan tersebut, total korban banjir di Denpasar berjumlah 8 orang, terdiri dari 5 meninggal dunia dan tiga masih dalam pencarian. Adapun data korban yang belum ditemukan yaitu Made Suwitri (hilang di Pasar Kumbasari Denpasar), Maimunah (hilang di Jl. Hasanudin, Denpasar), dan Amin Suwandi (hilang di Jl. Cokroaminoto, Denpasar).

Operasi ini melibatkan 208 personel gabungan dari Basarnas Denpasar, Polda Bali, TNI AL, BPBD, PMI, Dinas PUPR, PLN, relawan, hingga kelompok nelayan. Dukungan peralatan juga cukup besar, di antaranya truk angkut personel, rescue car, rubber boat, kano, drone thermal, hingga Aqua Eye untuk pencarian di perairan.

Baca Juga:   Kalangan Legislatif Dorong Penguatan Pendataan Pendatang di Jimbaran

Meski demikian, proses pencarian tidak berjalan mudah. “Hambatan utama adalah kondisi air sungai yang keruh dan banyaknya sampah di sepanjang aliran sungai,” ungkap Juni Antara. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini