Lima Keunggulan Debut Album Lawang Pitu Menurut Pengamat Musik

0
23
Lawang Pitu
Lawang Pitu. (BC5)

Denpasar, balibercerita.com – 

Mendengarkan karya terbaru dari band metal Lawang Pitu (L7), sama asyiknya seperti menyaksikan show mereka secara live. Hal ini diungkapkan oleh Buddy ACe selaku pengamat musik. 

Menurutnya, ada 5 keunggulan dari debut album L7 bertajuk Anugerah Harmoni yang direkam di Private Studio Lawang Pitu ACC Records (ACC Studio Galaxy). Semua track lagu terdengar proporsional, sebagai sebuah karya musik rock to metal dengan audio yang mendukung, dari hasil mixing-mastering oleh Bayu Randu, kecuali lagu Semangat Juang Pertiwi yang dimixing dan mastering oleh Stephanus Santoso.

Pertama, formasi. Sejak berdiri tahun 2022, barisan squadron yang menjaga aroma metal dengan kental adalah Doddy Katamsi (Vox-alumnus Elpamas, Seven Years Letter, Kantata), ACC (Bass), Tommy Karmawan (guitar-Garux), Sadtriyo (guitar-alumnus Junior-Koes Plus), dan Arif Rahman (drum). Doddy hanya 6 bulan bersama Lawang Pitu. Ia pamit undur diri dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dirinya mengikuti semua kegiatan Lawang Pitu.

Baca Juga:   Penampilan Noah Pecah, Kaget Dapat Sambutan Luar Biasa

Kini, formasi squadron L7 mengalami perubahan signifikan, yang siap memborbardir kuping para metalist, dengan gelegar karya idealis. Mereka adalah Trison Manurung (Vox-Roxx alumnus  Edane), ACC (bass), Jibonez (guitar), Sadtriyo (guitar-alumnus Junior Koes Plus), dan Arif Rahman (drum).

Kedua, vokalis. Peran dari Trison Manurung sebagai frontliner, dalam album Anugerah Harmoni menjadi sangat penting karena vocalist dalam sebuah band metal akan selalu menjadi signature yang akan dikenang. Identitas Roxx dalam diri Trison memang tak terhindarkan. Namun sebagai seorang profesional, terdengar Trison seakan mencoba membuat signature vocal yang berbeda untuk Lawang Pitu. 

“Coba simak lagu Takdir. Di sini Trison seperti juga pada lagu lainnya, ia mencoba melepaskan karakter suara khasnya saat menyanyikan Roxx maupun Edane. Trison mencoba menyatu dalam lirik ciptaannya yang bernuansa cinta dan melebur ke dalam musik Lawang Pitu,” ungkapnya.

Baca Juga:   Usung Tema Wahana, Hamka Gelar Pameran "Mikroskopik" 

Konon, butuh waktu sebulan untuk mengisi suara Trison dalam 10 track agar bisa kawin dengan musik Lawang Pitu. Upaya Trison, tidak sia-sia. Energinya tumpah ruah di sana, terdengar menggelegar dalam nomor kritikal bertajuk Pengkhianat. Apalagi ada lead guitar Eet Sjahrani, yang menyayat di tengah rif-rif indah dari gitar Tommy Karmawan.

Ketiga, lini gitaris. Tommy Karmawan yang meletakkan dasar komposisi musik rock to metal dalam 9 lagu. Ia membentuk warna metal bagi Lawang Pitu. Jibonez selaku gitaris merupakan sosok yang tepat pengganti Tommy. Meski hanya kebagian mengisi lead guitar dalam satu lagu bertajuk Semangat Juang Pertiwi, itu sudah cukup sebagai legitimasi.

Keempat, aransemen yang terdengar berbeda jika dibandingkan dengan karya-karya metalizer lainnya di Tanah Air. Komposisi lagu Semangat Juang Pertiwi bisa menjadi anthem song atau lagu tema bagi Lawang Pitu. Mood lagu yang riang dengan lirik nan lugas menyelipkan kegelisahan dan kritisisme terhadap masyarakat dan meneruskan narasi. “Sebuah konsep aransemen yang jitu, yang digarap secara spontan melalui workshop dan dialog yang panjang hingga menjadi karya yang layak diperjuangkan,” ucapnya.

Baca Juga:   Hadir di Bali, Talaga Sampireun Kenalkan Kuliner Nusantara dengan Suasana Alam dan Arsitektur Jawa Barat

Kelima, bassist & drummer. Keduanya adalah penjaga pola ritme dalam semua komposisi lagu Lawang Pitu. ACC dan Arief bersama membangun groove di tengah ingar bingar suara distorsi, seperti dalam lagu Dagelan dan Pengkhianat.

Setelah mendengarkan berulang kali selama lebih dari seminggu, Buddy ACe menilai ada 6 track lagu Lawang Pitu yang disiapkan dengan konsep musikal yang sangat matang dan terukur baik dalam tema, lirik dan pola aransemennya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini