Mangupura, balibercerita.com –
Guna menjawab isu perubahan iklim dan lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong transisi ke energi bersih (lebih ramah lingkungan) dengan pengembangan ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Bali. Penggunaan moda transportasi rendah emisi di Bali sejalan dengan Paris Agreement dan United Nations Framework Convention on Climate Change tentang mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan.
Terkait hal itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno menerangkan bahwa inovasi dalam mengembangkan transformasi dan transportasi rendah emisi sangat relevan dalam menjawab persoalan masa kini. Hal ini mengingat transportasi turut menyumbang jumlah karbon atau emisi yang cukup besar, sekitar 49 persen berdasarkan catatan dari Sustainable Tourism International.
Atas hal itu, Kemenparekraf sangat mendorong para pengelola destinasi untuk menggunakan transmisi rendah emisi dalam berbagai aktivitas wisata. Dengan upaya tersebut, diharapkan dapat menaikkan citra negara Indonesia sebagai negara yang berkomitmen dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Hal senada disampaikan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi. Ia mengaku sangat mengapresiasi komitmen para pihak swasta untuk turut berkontribusi mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik. Isu-isu lingkungan itu membutuhkan penanganan serius dan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah bentuknya.
“Upaya ini menjadi pekerjaan bersama. Sehingga butuh banyak pihak yang memahami betul ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi bersih. Kolaborasi antara pihak pemerintah dan swasta kita harapa bisa membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060,” ucapnya. (BC5)


















