Nuanu Future Talks Satukan Pemimpin Industri, Bali Mantapkan Langkah Jadi Pusat Gastronomi Dunia

0
24
Bali gastronomi
Dari kiri: Alexandra Carlton, Chef Maxie Millian, Chef Hans Christian, dan Chef Wayan Kresna Yasa. (ist)

balibercerita.com –
Bali tak hanya dikenal lewat panorama alam dan budayanya yang memikat, tetapi kini juga kian diperhitungkan sebagai destinasi gastronomi kelas dunia. Pengakuan global, termasuk dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia oleh TripAdvisor, menjadi katalis yang mempercepat transformasi sektor pariwisata, khususnya industri kuliner Pulau Dewata.

Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap kuliner Bali berkembang pesat. Restoran yang dipimpin chef ternama bermunculan, jaringan hospitality internasional terus berekspansi, dan pelaku lokal semakin matang dalam mengelola bisnisnya. Standar kualitas, profesionalisme, hingga daya saing global pun meningkat signifikan.

Menjawab momentum tersebut, Nuanu Creative City menghadirkan Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders. Forum satu hari ini mempertemukan para chef, pemilik restoran, operator hospitality, investor, hingga asosiasi industri dalam satu ruang dialog strategis. Tujuannya jelas: merumuskan arah pertumbuhan industri kuliner Bali agar lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memiliki fondasi regulasi yang kuat.

Baca Juga:   Mulai Beroperasi, Icon Bali Mall Lengkapi Destinasi Wisata Sanur

Forum ini mendapat dukungan luas dari berbagai mitra industri, seperti PT Putra Surya Internusa, Chalista Mandiri Energy, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Gagas Energi Indonesia, PT Hatten Bali Tbk, serta RIEDEL The Wine Glass Company.

Tak hanya menjadi ruang diskusi, forum ini juga menandai pengenalan resmi Sutala, distrik kuliner yang akan hadir di kawasan pengembangan Nuanu seluas 44 hektare. Sutala dirancang bukan sekadar pusat kuliner, melainkan ekosistem gastronomi masa depan yang mendorong kolaborasi lintas pelaku, inovasi berkelanjutan, serta penguatan identitas lokal di tengah arus globalisasi.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll menegaskan bahwa dialog harus mendahului pembangunan. Mengumpulkan para pelaku utama industri dalam satu forum terbuka dinilai sebagai langkah strategis agar Bali tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas. Visi besarnya adalah menjadikan Bali sebagai destinasi kuliner yang benar-benar diperhitungkan di panggung dunia.

Baca Juga:   Nusa Dua Tawarkan Promo Menarik Selama Libur Nataru

Sepanjang diskusi, sejumlah isu krusial mengemuka, mulai dari kepastian regulasi, ketahanan operasional di tengah dinamika global, model investasi jangka panjang, hingga strategi memperkuat posisi kuliner Indonesia secara lebih percaya diri di pasar internasional. Forum ini juga didukung oleh Bali Tourism & Investment Chamber, Bali Restaurant & Café Association, dan Bali HoreCa Club. Kolaborasi ini mencerminkan semangat kolektif untuk memastikan pertumbuhan industri kuliner berjalan selaras dengan tata kelola yang semakin profesional dan berkelanjutan.

Salah satu benang merah yang menguat dalam forum adalah pentingnya menjaga identitas kuliner Bali. Di tengah derasnya pengaruh konsep internasional, kekuatan utama Bali tetap terletak pada bahan baku lokal, teknik tradisional, serta budaya makan yang kaya nilai. Inovasi menjadi keharusan, namun tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi ruh gastronomi Bali.

Chef Wayan Kresna Yasa selaku pemilik HOME by Chef Wayan dan Chef Patron KAUM menekankan bahwa masa depan gastronomi Bali bertumpu pada kemampuan berinovasi tanpa kehilangan jati diri. Menurutnya, investasi tidak cukup hanya pada konsep modern, tetapi juga pada pelestarian pengetahuan, tradisi, dan bahan lokal yang menjadi fondasi identitas kuliner Bali.

Baca Juga:   Lolot Harapkan Singaraja Fest Digelar Tiap Tahun

Dukungan serupa datang dari kalangan industri yang menilai langkah Nuanu sebagai pendekatan jangka panjang dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih holistik. Bukan hanya soal destinasi, tetapi tentang menciptakan standar, sistem, dan kolaborasi yang memperkuat daya saing global Bali.

Di tengah fase penting perkembangan pariwisata Bali, Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders menjadi penanda bahwa perjalanan menuju pusat gastronomi dunia tidak dibangun secara instan. Ia bertumpu pada dialog, kolaborasi, dan keberanian menjaga identitas di tengah persaingan global, membawa Bali melangkah lebih mantap sebagai destinasi wisata dan kuliner kelas dunia. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini