Jukung Terbalik Dihantam Ombak di Nusa Dua, Lima Nelayan Terombang-ambing Berhasil Diselamatkan Tim SAR

0
92
Jukung terbalik Nusa Dua
Proses evakuasi yang dilakukan Basarnas. (ist)

balibercerita.com –
Ketegangan menyelimuti perairan Nusa Dua, Badung, pada Senin (15/12) malam, setelah sebuah jukung dilaporkan terbalik dihantam ombak besar. Lima orang penumpang jukung tersebut sempat terombang-ambing di tengah laut dalam kondisi cuaca ekstrem, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan melalui operasi SAR yang berlangsung dramatis di malam hari.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar 30 menit setelah insiden terjadi. Perkiraan waktu kejadian disebutkan sekitar pukul 18.00 Wita. Laporan awal datang dari seorang warga bernama Mudita yang meminta pertolongan segera. “Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel menuju Pelabuhan Benoa untuk mengoperasikan Rigid Inflatable Boat (RIB),” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Baca Juga:   Dewan Minta Dua RS Baru di Badung Dioperasikan, PPDB Jangan Pakai Beking

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan di tengah kondisi yang sangat menantang. Hujan deras mengguyur perairan, disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi. Sidakarya menegaskan bahwa evakuasi malam hari di laut dengan cuaca buruk memiliki risiko tinggi, namun tetap dilakukan demi menyelamatkan para korban.

“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Pergerakan RIB terus dipantau secara ketat karena kondisi laut yang tidak bersahabat,” tegasnya.

Upaya penyelamatan membuahkan hasil. Sekitar pukul 19.30 Wita, dua orang korban berhasil ditolong oleh nelayan setempat dan dibawa ke Pantai Samuh, Nusa Dua, dalam kondisi selamat. Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga:   Cegah Rabies, ITDC Dukung Vaksinasi dan Edukasi di Kawasan The Nusa Dua

Tak lama berselang, tepat pukul 20.15 Wita, tiga korban lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa. RIB yang digunakan dalam operasi tersebut kembali sandar sekitar pukul 21.15 Wita.

Adapun lima korban yang berhasil diselamatkan masing-masing bernama I Wayan Rawan Atmaja (65), I Made Sudarna (43), Saiful (35), Mangku Desel (50), dan Agung Adi alias Jelih (28).

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, TNI AL, nelayan setempat, serta pihak keluarga korban. Di akhir keterangannya, Sidakarya kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.

Baca Juga:   Vespa Batik Special Edition, Adaptasi Pola Tradisional Tambal Jagad dari Tujuh Motif dan Filosofi

Pemerintah melalui BMKG telah mengeluarkan peringatan terkait keberadaan bibit siklon 93S yang berdampak pada meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali dan perairan sekitarnya. “Kami terus mengimbau masyarakat agar sementara waktu menghindari aktivitas di laut maupun alam terbuka lainnya. Cuaca buruk diperkirakan masih akan berlangsung hingga Januari, meski sesekali bisa mereda,” pungkasnya.

Ia juga mengingatkan para nelayan dan pengguna jasa laut agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menyiapkan alat keselamatan, memantau informasi resmi BMKG, serta memastikan kondisi jukung atau perahu dalam keadaan laik sebelum melaut. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini