Denpasar, balibercerita.com –
Guna mengefektifkan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan uji coba beberapa metode pemungutan dan penghitungan suara. Tidak hanya itu, bahkan penyesuaian pengadaan dan distribusi logistik pemilu juga diujicobakan dalam simulasi di Kantor KPU Bali, Denpasar, Kamis (2/12).
Anggota KPU RI, Arief Budiman menjelaskan, selama ini KPU telah berupaya menyelenggarakan pemilu seefektif dan seefisien mungkin. Seperti pada tata kelola logistik yang dibuat sedemikian rupa, sehingga anggaran yang diserap efisien. Metode-metode tersebut telah diterapkan mulai sejak Pemilu 2017.
Efisiensi ini penting disampaikan kepada publik. Hal ini menunjukkan, meskipun KPU memiliki anggaran yang besar, bukan berarti langsung dihambur-hamburkan. KPU terus berupaya untuk mencari berbagai cara agar bisa efisien dan efektif, namun tetap transparan dan akuntabilitasnya dapat tercapai dengan baik. Dalam pemilu serentak nanti, yang akan terdampak besar yakni komponen logistik, seperti surat suara, dan kotak suara.
Menurutnya, ada beberapa hal yang sedang dikerjakan untuk membuat pemilu serentak 2024 lebih efektif dan efisien, serta ramah lingkungan. Pelaksanaan pemilu didisain untuk mengurangi terserapnya energi, baik energi manusia maupun energi alam. Contohnya, dengan penggunaan teknologi informasi, seperti Sirekap.
Selama ini Sirekap sendiri masih digunakan sebagai alat bantu rekapitulasi. Seandaiannya nanti aplikasi itu disetujui, maka untuk berikutnya dirasa tidak memerlukan menulis-nulis lagi pada kertas. Kemudian, saat pemilu diselenggarakan di masa pandemi Covid-19, maka sentuhan-sentuhan tangah bisa dikurangi. Begitu juga pertemuan tatap muka juga bisa dikurangi. (BC17)
















