Pendidikan Nonformal Perlu Diperluas

0
240
Pendidikan
Suasana peresmian PKBM Sad Kertih di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu. (ist)

Singaraja, balibercerita.com–
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Buleleng tak hanya ditempuh lewat jalur sekolah formal, melainkan juga melalui pendidikan nonformal. Salah satu upaya yang kini didorong adalah melalui keberadaan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Dewa Made Sudiarta menegaskan pentingnya PKBM dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peresmian PKBM Sad Kertih di Desa Umejero, Kecamatan Busungbiu, Kamis (21/8).

Baca Juga:   Bangunan Rusak Termakan Usia, Renovasi SDN 5 Kuta Terganjal Status Lahan

Menurut Sudiarta, keberadaan PKBM menjadi solusi nyata bagi mereka yang terhambat mengenyam pendidikan formal, termasuk anak putus sekolah. “PKBM menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) Buleleng, khususnya dari sisi pendidikan. Kami berharap PKBM Sad Kertih bisa terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.

Pendiri PKBM Sad Kertih, Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, M.Pd., menambahkan, lembaga yang ia dirikan menawarkan berbagai layanan pendidikan nonformal, mulai dari paket A, B, C, program keaksaraan, pelatihan keterampilan hidup, hingga bimbingan belajar.

Baca Juga:   Bluebird Bali Jadi Penyedia Layanan Transportasi Darat Pertama Tuntaskan Vaksinasi Booster 

Ia menekankan ciri khas PKBM Sad Kertih yang memadukan nilai-nilai Hindu dalam proses pembelajaran. “PKBM ini hadir bukan hanya untuk pendidikan akademis, tetapi juga membangun karakter, kewirausahaan, dan keterampilan hidup. Dengan spirit Sad Kertih, kami ingin mewujudkan pembangunan manusia yang berakar pada nilai agama Hindu dan budaya Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purnomo menuturkan alasan memilih Desa Umejero sebagai lokasi. Selama ini, Kecamatan Busungbiu belum memiliki PKBM aktif. Penempatan PKBM satu kompleks dengan widyalaya (sekolah Hindu) juga mempermudah integrasi pendidikan formal bercirikan Hindu dengan pendidikan nonformal.

Baca Juga:   ROTY 2025 Digelar di Ubud, Soroti Pariwisata Regeneratif Melalui Filosofi Wayang

Ia menyebut, langkah awal difokuskan pada Busungbiu, namun ke depan akan diperluas ke Singaraja dan Kubutambahan. “Target utamanya adalah mendorong peningkatan angka rata-rata lama sekolah di Buleleng yang saat ini masih 7,5 tahun atau setara kelas 2 SMP. PKBM harus memperluas jangkauan agar IPM Buleleng bisa terus naik,” pungkasnya. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini