FPMHD-Unud Gelar Bakti Sosial Tri Hita Karana di Pura Pucak Mangu

0
3
FPMHD-Unud
FPMHD-Unud melaksanakan Bakti Sosial Tri Hita Karana di Pura Pucak Mangu, Sabtu (17/6). (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Dalam rangka memperingati HUT XXXI FPMHD-Unud, FPMHD-Unud melaksanakan Bakti Sosial Tri Hita Karana di Pura Pucak Mangu, Kabupaten Badung, Sabtu (17/6). Rangkaian kegiatan dibagi menjadi 3 bagian. 

Bagian pertama yaitu berdasarkan hubungan manusia dengan lingkungan mengambil kegiatan pembersihan jalur pendakian di Pura Pucak Mangu. Kedua, beralih pada hubungan manusia dengan manusia mengambil kegiatan pembagian bantuan alat kebersihan dan alat tulis ke sekolah, dengan sekolah yang dituju adalah SD No. 1 Petang. Lalu, yang terakhir adalah hubungan manusia dengan Tuhan yang mengambil kegiatan sembahyang bersama serta memberikan dana punia berupa wastra putih dan hijau di Pura Pucak Mangu. 

Mengusung tema ”Wandhawa Harsa Bhawana” yang selaras dengan tema HUT XXXI FPMHD-Unud, kegiatan Bakti Sosial Tri Hita Karana ini memfokuskan pada pengabdian di Pura Pucak Mangu yang dilaksanakan oleh panitia bersama fungsionaris FPMHD-Unud. Pengabdian ini dilakukan di Pura Pucak Mangu karena pura ini masih terkenal dengan keasriannya dan harus tetap dijaga agar tidak mengurangi eksistensi dari pura tersebut. 

Baca Juga:   Sosialisasi dan Internalisasi Core Value BerAKHLAK Bagi Seluruh ASN Kabupaten Badung

Ni Putu Linda Novita Dewi selaku penanggung jawab kegiatan Bakti Sosial Tri Hita Karana FPMHD-Unud menjelaskan, Pura Pucak Mangu merupakan Pura Kahyangan Jagat yang berlokasi di Badung Utara yang masih terjaga keasriannya. Namun, kesadaran pamedek/pendaki menjaga kebersihan di jalan menuju Pura Puncak Mangu dinilai masih kurang. “Maka dari itu, kami mengadakan pengabdian dengan membersihkan areal pura dan jalur pendakian agar bebas dari sampah plastik,” papar Linda seusai kegiatan.

Baca Juga:   Bandara Ngurah Rai Berikan Suguhan Spesial di Hari Pelanggan Nasional

Kegiatan ini disambut positif Bendesa Adat Pelaga dan Jro Mangku Pura Pucak Mangu. Bendesa menyampaikan, yang terpenting adalah keikhlasan dalam membantu, tidak memandang besar kecilnya sebuah bantuan. 

Sementara itu, Koordinator FPMHD-Unud I Made Agus Jaya Wardana memaparkan, melalui momentum Bakti Sosial Tri Hita Karana sebagai rangkaian dari HUT XXXI FPMHD-Unud, semakin banyak kegiatan organisasi mahasiswa yang berfokus ke lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan guna menjaga kelestarian alam Bali. Ditambah lagi kesadaran untuk tertib menjaga lingkungan agar tetap asri dan bersih menjadi kunci yang utama.

”Kalau kebersihannya, ya tertib memilah dan membuang sampah pada tempatnya karena puluhan tangan yang memilah di TPA bisa sangat disulitkan oleh ratusan atau ribuan tangan yang tidak memilah sampah saat membuang sampah. Jadi, perlu kita latih tangan ini untuk tertib,” ujar Agus.

Baca Juga:   Dukung Pengembangan Industri Film di Bali, Pemprov Berencana Keluarkan Regulasi 

Agus juga mengatakan, peran masyarakat sangat diperlukan untuk setiap pengabdian yang dijalankan. ”Ketika ada individu atau kelompok tamiu yang sudah berupaya membersihkan lingkungan, hal itu tidak boleh membuat masyarakat manja, semena-mena membuang sampah, tapi jengahlah karena diri masyarakat masih perlu dibantu dalam membersihkan lingkungannya. Karena peran satu individu akan mempengaruhi individu lainnya. Jika satu orang tertib, astungkara orang di sekelilingnya juga ikut tertib. Percayalah, karakter individu dominan dibentuk oleh lingkungan,” tambahnya.

Bakti Sosial Tri Hita Karana yang merupakan program kerja Bidang Advokasi FPMHD-Unud diharapkan bisa membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (BC10)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini