Driver Ojol Dikeroyok di Labuan Bajo, Keamanan Transportasi Kawasan Wisata Jadi Sorotan

0
19
Ojol
Donatus Darso. (ist)

balibercerita.com –
Aksi pengeroyokan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Bandara Internasional Komodo memicu sorotan terhadap sistem keamanan dan tata kelola transportasi di Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas.

Seorang driver ojol, Donatus Darso mengaku mengalami trauma setelah menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di sekitar kawasan bandara tersebut. Terduga pelaku disebut merupakan anggota asosiasi angkutan yang beroperasi di wilayah Labuan Bajo.

Akibat kejadian itu, Donatus memilih tidak bekerja selama dua hari terakhir. “Trauma. Sudah dua hari tidak kerja,” ujarnya, Selasa (14/4).

Donatus menyebut, jumlah pelaku sekitar tujuh hingga sembilan orang yang mengeroyok dirinya pada Senin (13/4). Peristiwa bermula saat Donatus menerima pesanan untuk menjemput wisatawan perempuan asal Eropa di Bandara Komodo. Namun, sesuai kesepakatan antara ojol dan sopir angkutan wisata setempat, ia tidak diperbolehkan menjemput di area dekat bandara.

Baca Juga:   Pemkab Tabanan dan Kejari Teken MoU, Perkuat Penanganan Aduan Dugaan Korupsi di Desa Adat dan LPD

Ia kemudian mengarahkan penumpang untuk bertemu di depan minimarket yang berlokasi cukup jauh dari pintu keluar bandara, dan disetujui oleh penumpang. Namun saat penumpang tiba, Donatus justru didatangi sekelompok orang yang membentaknya dan meminta penumpang turun dari sepeda motor, hingga berujung pada aksi penganiayaan.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Manggarai Barat. Donatus berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa yang dialaminya. “Proses hukum dan diusut sampai tuntas,” tegasnya.

Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang memastikan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan kini tengah melakukan pendalaman. Fokus penyelidikan diarahkan pada identifikasi pelaku serta pengungkapan motif di balik aksi kekerasan itu. “Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” jelasnya.

Baca Juga:   Imigrasi Ngurah Rai Gagalkan Upaya Masuk Ilegal Gunakan Paspor Belgia Palsu

Wakil Ketua Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo, Leonardus Efendi menyayangkan insiden tersebut, terlebih terjadi di wilayah yang menjadi wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. “Kami sangat menyayangkan aksi-aksi seperti ini. Hal ini jelas mencederai rasa aman bagi mitra pengemudi yang sedang bekerja,” ujarnya, Rabu (15/4).

Menurutnya, sebagai destinasi super prioritas, Labuan Bajo seharusnya menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pihak, baik pelaku transportasi maupun wisatawan. Ia pun mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas. “Tentu kami meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Harus ada efek jera supaya ke depannya tidak ada lagi intimidasi atau kekerasan terhadap driver di area publik,” tegasnya.

Baca Juga:   Imigrasi Bali Dalami Dugaan Pidana WNA, 26 Terindikasi Scamming dan Tiga Terlibat Prostitusi

Selain penegakan hukum, Leonardus juga menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan transportasi di kawasan bandara, termasuk aturan yang berlaku di lapangan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah cepat Dinas Perhubungan dan kepolisian yang telah melakukan mediasi guna meredam situasi. Namun, ia mendorong evaluasi yang lebih komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami apresiasi langkah mediasi dari Dishub dan kepolisian. Namun perlu evaluasi mendalam agar sistem pelayanan di bandara lebih transparan dan optimal,” ujarnya. (BC5)