Pencurian Water Meter Masih “Hantui” Kuta Selatan

0
69
Pencurian water meter
Sejumlah water meter warga yang hilang. (ist)

balibercerita.com –
Aksi pencurian water meter kembali menghantui wilayah Kecamatan Kuta Selatan dan memicu keresahan warga. Teranyar, pada Minggu (22/3), sebanyak tujuh unit water meter milik warga Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, dilaporkan hilang secara bersamaan. Kasus serupa sebelumnya juga terjadi di wilayah Desa Kutuh.

Kepala Lingkungan Sawangan, I Wayan Jabut menerangkan bahwa hilangnya perangkat tersebut baru disadari warga saat pagi hari, ketika aliran air mendadak macet dan dilakukan pengecekan. Diperkirakan kejadian berlangsung pada jam 02.00 Wita.

Ada tujuh warga yang melaporkan kejadian hilangnya meteran air dengan lokasinya yang berdekatan. “Ini merupakan kejadian pertama di Lingkungan Sawangan, tapi kasus serupa telah berulang kali terjadi di sejumlah titik di wilayah Kuta Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga:   UNR dan Danto Law Group Dorong Literasi Hukum Penerbangan, Konvensi Montreal Disorot

Ia memastikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut, khususnya dalam pemulihan layanan air bersih bagi warga terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengamanan water meter, terutama yang berada di area terbuka di luar rumah.

Ia juga mendorong aparat kepolisian agar memberikan perhatian serius terhadap maraknya kasus ini. Pasalnya, pencurian water meter di wilayah Kuta Selatan dinilai sudah terjadi berulang kali. Langkah antisipasi sangat diperlukan, utamanya agar pihak kepolisian bisa mendeteksi jaringan pencurian meteran ini.

Baca Juga:   Kecelakaan Truk Molen di Uluwatu, Disiplin Operasional Kendaraan Berat Dipertanyakan

Ia juga berharap pemerintah daerah, termasuk perumdam, dapat memberikan keringanan kepada warga terdampak, baik berupa penggantian meteran secara gratis maupun bantuan lain agar pasokan air bersih dapat segera normal kembali.

Aksi pencurian serupa sebelumnya juga menyasar kawasan Desa Adat Kutuh. Dalam beberapa waktu terakhir, puluhan meteran air milik warga dilaporkan hilang. Akibatnya, air dari pipa sambungan mengalir tanpa kontrol sehingga terbuang percuma dan merugikan masyarakat.

Bendesa Adat Kutuh, Jro Nyoman Mesir mengaku geram dengan maraknya kejadian tersebut. Ia menilai, kasus pencurian yang terus berulang harus menjadi perhatian serius semua pihak. “Kesalahannya kadang pemasangan meteran air berada di luar pekarangan rumah. Bahkan ada yang jauh atau menumpang di tempat tetangga,” ujarnya.

Baca Juga:   Operasi Wira Waspada 2026: Imigrasi Ngurah Rai Sikat WNA Pelanggar, dari Dokumen Fiktif hingga Prostitusi Online

Ia menjelaskan, sebagian warga memilih memasang meteran di luar pekarangan karena biaya pemasangan menjadi lebih mahal jika berada di dalam area rumah, mengingat adanya ketentuan jarak dari pipa induk. “Kalau dipasang di dalam pekarangan biayanya bisa lebih mahal karena ada ketentuan jarak dari pipa induk,” jelasnya. (BC5)