balibercerita.com –
Untuk menjaga kondusivitas kawasan pariwisata pascalibur Idulfitri atau Lebaran, jajaran Kecamatan Kuta Selatan memperketat pengawasan terhadap arus kedatangan penduduk pendatang (duktang). Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di tengah tingginya mobilitas pencari kerja ke wilayah tersebut.
Camat Kuta Selatan, Ketut Gede Artha menegaskan bahwa wilayahnya yang menjadi salah satu pusat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Badung memiliki daya tarik besar bagi pendatang. Oleh karena itu, pengawasan dan pengendalian dilakukan secara terstruktur melalui pemetaan wilayah dan penduduk non permanen.
“Wilayah Kuta Selatan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin mencari pekerjaan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Artha, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, pendataan dilakukan untuk mengetahui identitas, tempat tinggal, hingga aktivitas para pendatang. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas, sekaligus memastikan seluruh penduduk non permanen memiliki administrasi kependudukan yang jelas.
Fokus pengawasan diarahkan pada tiga wilayah dengan pertumbuhan paling pesat, yakni Ungasan, Kutuh, dan Pecatu. Ketiga kawasan tersebut dinilai mengalami perkembangan signifikan, terutama dengan maraknya pembangunan akomodasi wisata seperti vila dan usaha penunjang pariwisata lainnya. “Pertumbuhan yang cepat di wilayah tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja sehingga menarik banyak pendatang dari luar Bali maupun luar Kabupaten Badung,” jelasnya.
Meski demikian, pengawasan tidak hanya terpusat di tiga wilayah tersebut. Kawasan Jimbaran dan Tanjung Benoa juga tetap menjadi perhatian karena tingginya aktivitas pariwisata. Dalam pelaksanaannya, Kecamatan Kuta Selatan menggandeng tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, perangkat desa, hingga pacalang.
Tim ini akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan sidak dan pendataan di kantong-kantong hunian duktang. “Sinergi ini penting agar pendataan berjalan efektif. Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kelengkapan administrasi kependudukan mereka,” pungkasnya. (BC5)


















